alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Bupati Muhdlor Minta BUMDes Berkontribusi Pulihkan Ekonomi

SIDOARJO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Sidoarjo terus bertambah. Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menilai bahwa BUMDes berkontribusi besar dalam arah pemulihan ekonomi, terutama ekonomi kerakyatan.

“Melibatkan semua stakeholder bahu membahu memperkuat ekonomi kerakyatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Mudhlor saat berkunjung ke salah satu BUMDes di Kecamatan Sukodono, Minggu (21/11).

Maka dari itu, ia berharap ketika ekonomi berputar dari dan oleh masyarakat, kekuatan ekonomi mikro akan memperkuat ekonomi secara umum. Paradigma bangga membeli produk desa sendiri harus dibentuk menyeluruh ke semua lapisan masyarakat.

“Ketika semua saling menguatkan maka otomatis ekonomi akan berjalan. Jangan berbangga berbelanja di mal lebih bangga lagi berbelanja di tetangga sendiri,” katanya.

Muhdlor menegaskan, pemkab turut memperhatikan peningkatan kapasitas BUMDes agar lebih profesional. Belum lama ini perangkat desa telah dikumpulkan. Di sana desa-desa didorong menciptakan BUMDes baru.

“Selain itu pembekalan akuntansi dasar. Sehingga mereka akan lebih profesional. Kemudian kita dorong peningkatan BUMDes se-Sidoarjo. Terkait dengan image building,” jelasnya.

Sebagai informasi dari 322 desa tahun ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mencatat BUMDes sudah didirikan di 203 desa. Sebanyak 37 tergolong BUMDes maju, 48 berkembang dan 118 kategori pemula.

Sementara pada 2019 lalu, jumlah BUMDes di Sidoarjo sebanyak 139 BUMDes. Sedangkan pada tahun 2020 ini, jumlah BUMDES di Sidoarjo mengalami peningkatan signifikan. Jumlahnya ada 178. Sementara pada tahun 2017 lalu, ada sebanyak 78 BUMDes saja. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Sidoarjo terus bertambah. Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menilai bahwa BUMDes berkontribusi besar dalam arah pemulihan ekonomi, terutama ekonomi kerakyatan.

“Melibatkan semua stakeholder bahu membahu memperkuat ekonomi kerakyatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Mudhlor saat berkunjung ke salah satu BUMDes di Kecamatan Sukodono, Minggu (21/11).

Maka dari itu, ia berharap ketika ekonomi berputar dari dan oleh masyarakat, kekuatan ekonomi mikro akan memperkuat ekonomi secara umum. Paradigma bangga membeli produk desa sendiri harus dibentuk menyeluruh ke semua lapisan masyarakat.

“Ketika semua saling menguatkan maka otomatis ekonomi akan berjalan. Jangan berbangga berbelanja di mal lebih bangga lagi berbelanja di tetangga sendiri,” katanya.

Muhdlor menegaskan, pemkab turut memperhatikan peningkatan kapasitas BUMDes agar lebih profesional. Belum lama ini perangkat desa telah dikumpulkan. Di sana desa-desa didorong menciptakan BUMDes baru.

“Selain itu pembekalan akuntansi dasar. Sehingga mereka akan lebih profesional. Kemudian kita dorong peningkatan BUMDes se-Sidoarjo. Terkait dengan image building,” jelasnya.

Sebagai informasi dari 322 desa tahun ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mencatat BUMDes sudah didirikan di 203 desa. Sebanyak 37 tergolong BUMDes maju, 48 berkembang dan 118 kategori pemula.

Sementara pada 2019 lalu, jumlah BUMDes di Sidoarjo sebanyak 139 BUMDes. Sedangkan pada tahun 2020 ini, jumlah BUMDES di Sidoarjo mengalami peningkatan signifikan. Jumlahnya ada 178. Sementara pada tahun 2017 lalu, ada sebanyak 78 BUMDes saja. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/