alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Sejahterakan Nelayan, Erick Thohir Siapkan Modal hingga Akses Pasar

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menciptakan ekosistem untuk perikanan untuk memaksimalkan potensi maritim Indonesia sekaligus meningkatkan taraf ekonomi warga nelayan. Demi menyukseskan ekosistem tersebut, Erick Thohir telah menyiapkan tiga inisiatif, mulai dari pendanaan, tata kelola BBM dan akses pasar bagi para nelayan.

Untuk pendanaan, Erick Thohir menyiapkan dua sumber untuk kebutuhan nelayan. Pertama dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan yang kedua melalui bantuan Permodalan Nasional Madani (PNM) di sektor perikanan.

Erick Thohir menyebutkan serapan KUR dan PNM bagi para nelayan nilainya masih sangat kecil. Untuk KUR sendiri, baru terealisasi Rp 2,1 triliun dari jumlah yang tersedia sebesar Rp 388 triliun. Sementara PNM Mekaar yang sejatinya disediakan untuk istri-istri para nelayan tercatat baru sebesar Rp 1,6 triliun dari total alokasi yang disiapkan sebanyak Rp 46 triliun.

“Ini masih terlalu kecil. Maka kami dorong supaya ada pendataan ganda di nelayan. Suaminya dapat bantuan, ibu-ibunya juga di rumah bisa tetap berusaha dengan PNM Mekaar,” ujar Erick Thohir.

Selanjutnya Erick Thohir juga memastikan tata kelola BBM bagi para nelayan harus diperbaiki. Erick Thohir memberikan solusi agar nelayan membentuk koperasi sebagai wadah pendataan untuk penyaluran solar bersubsidi dari Pertamina.

Eks Presiden Inter Milan itu optimis, transformasi tata kelola BBM untuk para nelayan mampu memangkas 60 persen biaya pengeluaran mereka.

“Jangan sampai solar bersubsidi disalurkan bukan buat nelayan tapi dipakai buat orang lain. Akhirnya BBM bersubsidi dipakai korporasi yang besar-besar lagi,” kata Erick Thohir.

Terakhir Erick Thohir memastikan BUMN mampu menyediakan akses pasar yang berkualitas bagi para nelayan. Melalui langkah tersebut, Anggota Kehormatan Banser itu yakin kesejahteraan nelayan bakal meningkat.

“Sebagai negara maritim terbesar di dunia, bangsa kita tidak boleh memunggungi nasib melayan. Bahkan, kita tidak bisa bicara soal kedaulatan pangan tanpa melibatkan peran nelayan. Karena itu BUMN sedang berjuang menciptakan ekosistem usaha yang berpihak pada kesejahteraan nelayan, terutama nelayan kecil dan tradisional,” pungkasnya. (rud/vga)

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menciptakan ekosistem untuk perikanan untuk memaksimalkan potensi maritim Indonesia sekaligus meningkatkan taraf ekonomi warga nelayan. Demi menyukseskan ekosistem tersebut, Erick Thohir telah menyiapkan tiga inisiatif, mulai dari pendanaan, tata kelola BBM dan akses pasar bagi para nelayan.

Untuk pendanaan, Erick Thohir menyiapkan dua sumber untuk kebutuhan nelayan. Pertama dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan yang kedua melalui bantuan Permodalan Nasional Madani (PNM) di sektor perikanan.

Erick Thohir menyebutkan serapan KUR dan PNM bagi para nelayan nilainya masih sangat kecil. Untuk KUR sendiri, baru terealisasi Rp 2,1 triliun dari jumlah yang tersedia sebesar Rp 388 triliun. Sementara PNM Mekaar yang sejatinya disediakan untuk istri-istri para nelayan tercatat baru sebesar Rp 1,6 triliun dari total alokasi yang disiapkan sebanyak Rp 46 triliun.

“Ini masih terlalu kecil. Maka kami dorong supaya ada pendataan ganda di nelayan. Suaminya dapat bantuan, ibu-ibunya juga di rumah bisa tetap berusaha dengan PNM Mekaar,” ujar Erick Thohir.

Selanjutnya Erick Thohir juga memastikan tata kelola BBM bagi para nelayan harus diperbaiki. Erick Thohir memberikan solusi agar nelayan membentuk koperasi sebagai wadah pendataan untuk penyaluran solar bersubsidi dari Pertamina.

Eks Presiden Inter Milan itu optimis, transformasi tata kelola BBM untuk para nelayan mampu memangkas 60 persen biaya pengeluaran mereka.

“Jangan sampai solar bersubsidi disalurkan bukan buat nelayan tapi dipakai buat orang lain. Akhirnya BBM bersubsidi dipakai korporasi yang besar-besar lagi,” kata Erick Thohir.

Terakhir Erick Thohir memastikan BUMN mampu menyediakan akses pasar yang berkualitas bagi para nelayan. Melalui langkah tersebut, Anggota Kehormatan Banser itu yakin kesejahteraan nelayan bakal meningkat.

“Sebagai negara maritim terbesar di dunia, bangsa kita tidak boleh memunggungi nasib melayan. Bahkan, kita tidak bisa bicara soal kedaulatan pangan tanpa melibatkan peran nelayan. Karena itu BUMN sedang berjuang menciptakan ekosistem usaha yang berpihak pada kesejahteraan nelayan, terutama nelayan kecil dan tradisional,” pungkasnya. (rud/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/