alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Ada Vaksin Covid-19, Properti di Sidoarjo Siap Bangkit

SIDOARJO – Kabar produksi vaksin Covid -19 yang semakin terang, juga berdampak pada bisnis properti. Di kuartal IV/2020 ini, nampaknya industri properti mulai tumbuh.

Seperti yang diungkapkan Bendahara Real Estate Indonesia (REI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jatim Mochammad Ilyas. “Kami optimistis pemerintah segera berikan vaksin Covid – 19. Itu jadi awal titik kebangkitan bisnis properti,” katanya, Minggu (18/10).

Ilyas juga mengakui, selama pandemi Covid – 19 memang menjadi tantangan berat para pelaku bisnis properti. Secara umum, penjuakan rumah ataupun properti lain mengalami penurunan. “Kalau YoY (year-on-year, Red) penurunan sampai 60 persen,” sambungnya.

Ilyas berharap pemerintah dapat bergerak efisien untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Karena hal itu juga berdampak pada bisnis properti. Disamping itu, anjloknya bisnis properti juga bakal berdampak signifikan pada industri terkait lain. “Ada sekitar 170 bisnis terkait properti. Misalnya saja pabrik semen. Bisa ikut bangkrut kalau properti anjlok,” tuturnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua REI Komisariat Sidoarjo Nurhayati. Menurutnya, pergerakan penjualan bisnis properti juga sudah mulai nampak meski belum begitu melesat. “Paling tidak bisa menutupi dana operasional,” katanya.

Di Sidoarjo sendiri, rumah dengan harga dibawah Rp 500 juta memang masih menjadi favorit. Saat ini para pengembang juga terbantu dengan adanya Peraturan Bupati Sidoarjo No 55 tentang Site Plan.

Dimana ketentuan yang lama, luasan kavling 90 meter persegi per kavling. Sedangkan dalam perbup itu luasan 72 meter persegi sudah diperbolehkan. “Bisa untuk menekan harga,” sambung Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Jatikalang Sejahtera itu. (son/vga)

SIDOARJO – Kabar produksi vaksin Covid -19 yang semakin terang, juga berdampak pada bisnis properti. Di kuartal IV/2020 ini, nampaknya industri properti mulai tumbuh.

Seperti yang diungkapkan Bendahara Real Estate Indonesia (REI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jatim Mochammad Ilyas. “Kami optimistis pemerintah segera berikan vaksin Covid – 19. Itu jadi awal titik kebangkitan bisnis properti,” katanya, Minggu (18/10).

Ilyas juga mengakui, selama pandemi Covid – 19 memang menjadi tantangan berat para pelaku bisnis properti. Secara umum, penjuakan rumah ataupun properti lain mengalami penurunan. “Kalau YoY (year-on-year, Red) penurunan sampai 60 persen,” sambungnya.

Ilyas berharap pemerintah dapat bergerak efisien untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Karena hal itu juga berdampak pada bisnis properti. Disamping itu, anjloknya bisnis properti juga bakal berdampak signifikan pada industri terkait lain. “Ada sekitar 170 bisnis terkait properti. Misalnya saja pabrik semen. Bisa ikut bangkrut kalau properti anjlok,” tuturnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua REI Komisariat Sidoarjo Nurhayati. Menurutnya, pergerakan penjualan bisnis properti juga sudah mulai nampak meski belum begitu melesat. “Paling tidak bisa menutupi dana operasional,” katanya.

Di Sidoarjo sendiri, rumah dengan harga dibawah Rp 500 juta memang masih menjadi favorit. Saat ini para pengembang juga terbantu dengan adanya Peraturan Bupati Sidoarjo No 55 tentang Site Plan.

Dimana ketentuan yang lama, luasan kavling 90 meter persegi per kavling. Sedangkan dalam perbup itu luasan 72 meter persegi sudah diperbolehkan. “Bisa untuk menekan harga,” sambung Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Jatikalang Sejahtera itu. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/