alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 4 December 2021

Luar Biasa, UMKM Keripik Bolu Tembus Ekspor ke Turki

SIDOARJO – Pasar mancanegara masih memberikan peluang besar bagi produk UMKM ataupun IKM lokal dari Sidoarjo. Hal tersebut bisa dilihat dari data ekspor yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Yakni adanya peningkatan nilai ekspor sejak pertengahan 2021.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Lisytaningsih mengungkapkan, sejak Januari hingga Agustus tahun ini nilai ekspor sudah mencapai 532.200.221,98 Dolar Amerika. Tertinggi di bulan Mei yakni 201.304.806 Dolar Amerika.

“Ekspor produk ke luar negeri itu tidak seberapa terimbas pandemi. Hongkong dan Turki banyak permintaan produk label halal juga. Nilai ekspor mulai merangkak naik. Terlihat pada Mei sementara jadi yang tertinggi,” katanya, Rabu (18/8).

Lalu produk apa yang diminati pasar mancanegara? Ada lima komoditas dengan nilai ekspor terbesar. Yakni, kertas, kerupuk, rambut palsu atau wig dan sepeda.

“Ada juga produk kesehatan misalkan minuman herbal. Jenis makanan minuman lain juga diminati,” terangnya.

Lis menambahkan, sumbangsih ekspor Sidoarjo ke Jawa Timur masih sebanyak 20 persen. Dimana ekspor Jatim sampai Juni 1,8 miliar Dolar Amerika, ada kenaikan 21,4 persen.

Kemudian agar nilai ekspor semakin memuncak, Disperindag juga akan membidik penjualan produk halal ke Thailand. Penjualannya langsung pada buyer serta mengandalkan diaspora Indonesia yang bermukim di negara Gajah Putih itu.

Belum lama ini, kata Lis, produk Sidoarjo yakni keripik bolu juga tembus ekspor ke Turki melalui diaspora asal Surabaya. Produk tersebut dijual di toko milik Leny Milla di Istanbul Turki.

Leny yang dihubungi Radar Sidoarjo melalui telepon mengatakan, warga Turki sangat menyukai produk camilan dari Sidoarjo. “Karena orang Turki suka minum the dan makanan ringan sangat dicari. Rasa camilan buatan Sidoarjo cocok dilidah mereka. Saya sudah mendatangkan 100 kg camilan buatan Sidoarjo,” jabarnya. (rpp/vga)

 

 


SIDOARJO – Pasar mancanegara masih memberikan peluang besar bagi produk UMKM ataupun IKM lokal dari Sidoarjo. Hal tersebut bisa dilihat dari data ekspor yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Yakni adanya peningkatan nilai ekspor sejak pertengahan 2021.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Lisytaningsih mengungkapkan, sejak Januari hingga Agustus tahun ini nilai ekspor sudah mencapai 532.200.221,98 Dolar Amerika. Tertinggi di bulan Mei yakni 201.304.806 Dolar Amerika.

“Ekspor produk ke luar negeri itu tidak seberapa terimbas pandemi. Hongkong dan Turki banyak permintaan produk label halal juga. Nilai ekspor mulai merangkak naik. Terlihat pada Mei sementara jadi yang tertinggi,” katanya, Rabu (18/8).

Lalu produk apa yang diminati pasar mancanegara? Ada lima komoditas dengan nilai ekspor terbesar. Yakni, kertas, kerupuk, rambut palsu atau wig dan sepeda.

“Ada juga produk kesehatan misalkan minuman herbal. Jenis makanan minuman lain juga diminati,” terangnya.

Lis menambahkan, sumbangsih ekspor Sidoarjo ke Jawa Timur masih sebanyak 20 persen. Dimana ekspor Jatim sampai Juni 1,8 miliar Dolar Amerika, ada kenaikan 21,4 persen.

Kemudian agar nilai ekspor semakin memuncak, Disperindag juga akan membidik penjualan produk halal ke Thailand. Penjualannya langsung pada buyer serta mengandalkan diaspora Indonesia yang bermukim di negara Gajah Putih itu.

Belum lama ini, kata Lis, produk Sidoarjo yakni keripik bolu juga tembus ekspor ke Turki melalui diaspora asal Surabaya. Produk tersebut dijual di toko milik Leny Milla di Istanbul Turki.

Leny yang dihubungi Radar Sidoarjo melalui telepon mengatakan, warga Turki sangat menyukai produk camilan dari Sidoarjo. “Karena orang Turki suka minum the dan makanan ringan sangat dicari. Rasa camilan buatan Sidoarjo cocok dilidah mereka. Saya sudah mendatangkan 100 kg camilan buatan Sidoarjo,” jabarnya. (rpp/vga)

 

 


Most Read

Berita Terbaru