alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Gencarkan PPS, Kanwil DJP Jawa Timur II Sasar Wajib Pajak Prominen

SIDOARJO – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II terus bergerilya mensosialisasikan Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Seperti yang dilakukan di Hotel Swiss Belinn di Jalan Raya Juanda, Kamis (19/5).

Acara itu juga hasil kolaborasi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Sidoarjo dan KPP Madya Gresik. Ada sekitar 150 Wajib Pajak (WP) prominen hadir dalam acara yang dikemas dalam tax gathering sekaligus halalbihalal itu. Bos Maspion Group Alim Markus juga ikut hadir. Termasuk Tanadi Santosa yang merupakan pemilik Business Wisdom Institute, dan perwakilan pengurus Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (FORKAS) Jawa Timur.

Acara tersebut juga memberikan kesempatan WP yang hadir untuk dialog interaktif. Ada tiga narasumber yang siap menjawab segudang pertanyaan WP terkait PPS. Yakni Kepala KPP Madya Sidoarjo Slamet Achmadi, Kepala KPP Madya Gresik Abdul Gani, dan Penyuluh Pajak Ahli Madya F.G. Sri Suratno.

Kepala Kanwil DJP Jatim II Agustin Vita Avantin mengungkapkan, PPS bakal berakhir pada akhir Juni nanti. Ia mengharapkan para WP dapat memanfaatkan kesempatan emas dari sisa waktu yang masih ada.

“Kami dari DJP akan bantu sepenuh hati,” katanya.

PPS merupakan program pemerintah yang memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela.  Hingga 18 Mei 2022 sudah ada 1.134 WP yang mengikuti PPS. Uang yang terkumpul senilai Rp 119,7 miliar.

“Kami apresiasi kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi,” tuturnya.

Selain sosialisasi melalui berbagai media, DJP juga telah melayangkan surat pemberitahuan atau imbauan langsung kepada WP. Ada sekitar 10 ribu surat imbauan yang telah dikirim. “Kami harap direspon. WP juga tetap perlu melakukan klarifikasi,” sambungnya.

Vita menambahkan, PPS menyasar seluruh WP. Mulai dari para pengusaha hingga masyarakat yang belum punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). “Ayo manfaatkan kesempatan yang baik ini,” imbuhnya.

Menurutnya, PPS juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dari WP. Selain itu juga memberikan kontribusi langsung kepada negara. Yakni adanya pemasukan terhadap negara yang uangnya juga untuk program pembangunan negara yang akhirnya juga kembali ke masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Alim Markus juga mendukung program yang tengah digencarkan DJP. Ia juga mengajak pengusaha lain agar mengikuti PPS. “Kalau ingin panjang umur ikut PPS,” ucapnya. (son/vga)

SIDOARJO – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II terus bergerilya mensosialisasikan Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Seperti yang dilakukan di Hotel Swiss Belinn di Jalan Raya Juanda, Kamis (19/5).

Acara itu juga hasil kolaborasi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Sidoarjo dan KPP Madya Gresik. Ada sekitar 150 Wajib Pajak (WP) prominen hadir dalam acara yang dikemas dalam tax gathering sekaligus halalbihalal itu. Bos Maspion Group Alim Markus juga ikut hadir. Termasuk Tanadi Santosa yang merupakan pemilik Business Wisdom Institute, dan perwakilan pengurus Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (FORKAS) Jawa Timur.

Acara tersebut juga memberikan kesempatan WP yang hadir untuk dialog interaktif. Ada tiga narasumber yang siap menjawab segudang pertanyaan WP terkait PPS. Yakni Kepala KPP Madya Sidoarjo Slamet Achmadi, Kepala KPP Madya Gresik Abdul Gani, dan Penyuluh Pajak Ahli Madya F.G. Sri Suratno.

Kepala Kanwil DJP Jatim II Agustin Vita Avantin mengungkapkan, PPS bakal berakhir pada akhir Juni nanti. Ia mengharapkan para WP dapat memanfaatkan kesempatan emas dari sisa waktu yang masih ada.

“Kami dari DJP akan bantu sepenuh hati,” katanya.

PPS merupakan program pemerintah yang memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela.  Hingga 18 Mei 2022 sudah ada 1.134 WP yang mengikuti PPS. Uang yang terkumpul senilai Rp 119,7 miliar.

“Kami apresiasi kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi,” tuturnya.

Selain sosialisasi melalui berbagai media, DJP juga telah melayangkan surat pemberitahuan atau imbauan langsung kepada WP. Ada sekitar 10 ribu surat imbauan yang telah dikirim. “Kami harap direspon. WP juga tetap perlu melakukan klarifikasi,” sambungnya.

Vita menambahkan, PPS menyasar seluruh WP. Mulai dari para pengusaha hingga masyarakat yang belum punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). “Ayo manfaatkan kesempatan yang baik ini,” imbuhnya.

Menurutnya, PPS juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dari WP. Selain itu juga memberikan kontribusi langsung kepada negara. Yakni adanya pemasukan terhadap negara yang uangnya juga untuk program pembangunan negara yang akhirnya juga kembali ke masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Alim Markus juga mendukung program yang tengah digencarkan DJP. Ia juga mengajak pengusaha lain agar mengikuti PPS. “Kalau ingin panjang umur ikut PPS,” ucapnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/