alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Mesin Giling Rice to Rice Bulog Beroperasi Pertengahan Juni

SIDOARJO – Perum Bulog Cabang Surabaya Utara terus menyiapkan mesin giling rice to rice. Dalam waktu dekat mesin giling untuk meningkatkan kualitas beras itu bakal segera beroperasi.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Surabaya Utara M. Nurjuliansyah Rachman menceritakan, mesin itu diperkirakan bakal operasi pada pertengahan Juni ini. “Ini mesin rice to rice pertama di Jawa Timur. Kalau se-Indonesia ada 7 lokasi termasuk disini,” katanya.

Sebagaimana fungsinya, lanjut Nurjuliansyah, mesin giling baru itu bakal diperuntukkan meningkatkan kualitas beras yang masuk ke gudang. Selama ini mesin giling yang ada di Sidoarjo kebanyakan mesin giling kecil.

Tentu kualitasnya akan beda dengan mesin berkapasitas 8 ton per jam yang baru didatangkan bulog itu. Nantinya juga akan dikolaborasikan dengan mesin baru tersebut. “Dari beras, keluarnya juga beras. Tapi kualitasnya akan meningkat,” imbuhnya.

Nurjuliansyah menambahkan, sampai saat ini bulog juga terus menyerap beras dari petani. Baik di wilayah Sidoarjo maupun Gresik, Surabaya dan lainya.

Untuk stok beras saat ini juga masih aman. Karena ada sekitar 42 ribu ton beras yang tersimpan di Gudang Bulog yang ada di Banjarkemantren, Buduran itu.

Sementara untuk pengeluaran, Bulog juga terus memasarkan beras yang dihasilkan melalui penjualan komersil. Termasuk berusaha merealisasikan kerja sama dengan pemkab untuk beras yang dikonsumsi ASN. (son/opi)

SIDOARJO – Perum Bulog Cabang Surabaya Utara terus menyiapkan mesin giling rice to rice. Dalam waktu dekat mesin giling untuk meningkatkan kualitas beras itu bakal segera beroperasi.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Surabaya Utara M. Nurjuliansyah Rachman menceritakan, mesin itu diperkirakan bakal operasi pada pertengahan Juni ini. “Ini mesin rice to rice pertama di Jawa Timur. Kalau se-Indonesia ada 7 lokasi termasuk disini,” katanya.

Sebagaimana fungsinya, lanjut Nurjuliansyah, mesin giling baru itu bakal diperuntukkan meningkatkan kualitas beras yang masuk ke gudang. Selama ini mesin giling yang ada di Sidoarjo kebanyakan mesin giling kecil.

Tentu kualitasnya akan beda dengan mesin berkapasitas 8 ton per jam yang baru didatangkan bulog itu. Nantinya juga akan dikolaborasikan dengan mesin baru tersebut. “Dari beras, keluarnya juga beras. Tapi kualitasnya akan meningkat,” imbuhnya.

Nurjuliansyah menambahkan, sampai saat ini bulog juga terus menyerap beras dari petani. Baik di wilayah Sidoarjo maupun Gresik, Surabaya dan lainya.

Untuk stok beras saat ini juga masih aman. Karena ada sekitar 42 ribu ton beras yang tersimpan di Gudang Bulog yang ada di Banjarkemantren, Buduran itu.

Sementara untuk pengeluaran, Bulog juga terus memasarkan beras yang dihasilkan melalui penjualan komersil. Termasuk berusaha merealisasikan kerja sama dengan pemkab untuk beras yang dikonsumsi ASN. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/