alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

GPEI Digandeng Pemprov, Cari 100 Pengusaha Ekspor

SIDOARJO – Edi Prawoto, 49, warga Desa Janti, Kecamatan Tulangan ini seksama mendengar pertanyaan dari tim kurasi Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur. Pengusaha minuman herbal ini dengan yakin menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan. Mulai dari kapasitas produksi, jumlah karyawan, perizinan dan kesiapan lain untuk bisa menembus pasar ekspor.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo belum lama ini dan tim kurator GPEI Jawa Timur menseleksi 46 industri kecil menengah potensi ekspor. Namun hanya 20 UMKM saja yang berpeluang masuk tahap pembekalan hingga sukses masuk pelabuhan ekspor.

Secara umum GPEI juga diberi tugas Gubernur Jawa Timur untuk mencetak 100 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui program Mencetak UMKM Jatim Ekspor. Hanya lima kabupaten saja yang jadi sasarannya. Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.

Menurut Wakil Ketua GPEI Jatim Bidang Industri dan UMKM Wahyu Kusumo Hadi, rencana ini sudah dicetuskan September 2020. “Tujuannya meningkatkan angka ekspor Jawa Timur meskipun di tengah pandemi,” katanya.

Negara Amerika Serikat dan Eropa masih jadi tujuan utama ekspor Jawa Timur. Ada dua sektor yang masih jadi andalan. Yakni non migas di sektor kerajinan tangan dan agro industri. “Itu yang kita sampaikan ke calon pembeli,” ungkapnya.

Wahyu menjabarkan, Januari tahun depan sudah mulai pendampingan. Pertengahan tahun depan di perkirakan ekspor bisa dilakukan. Pendampingan mulai peningkatan kualitas produk, branding, peningkatan SDM, pembuatan kontrak kerja sampai proses kepabeaan ke pelabuhan akan didampingi.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda mengatakan, peningkatan kapasitas ekspor dari provinsi ini dianggap cocok dengan program pemkab. “Saya percaya produk ini sudah sesuai kualitas ekspor. Tetap harus ada peningkatan. Saya ingin ini benar-benar bisa direalisasikan,” harapnya.

Tjarda meminta pelaku usaha yang berhasil menembus pasar ekspor agar tetap mempertahankan kualitas produknya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Edi Prawoto, 49, warga Desa Janti, Kecamatan Tulangan ini seksama mendengar pertanyaan dari tim kurasi Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur. Pengusaha minuman herbal ini dengan yakin menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan. Mulai dari kapasitas produksi, jumlah karyawan, perizinan dan kesiapan lain untuk bisa menembus pasar ekspor.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo belum lama ini dan tim kurator GPEI Jawa Timur menseleksi 46 industri kecil menengah potensi ekspor. Namun hanya 20 UMKM saja yang berpeluang masuk tahap pembekalan hingga sukses masuk pelabuhan ekspor.

Secara umum GPEI juga diberi tugas Gubernur Jawa Timur untuk mencetak 100 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui program Mencetak UMKM Jatim Ekspor. Hanya lima kabupaten saja yang jadi sasarannya. Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.

Menurut Wakil Ketua GPEI Jatim Bidang Industri dan UMKM Wahyu Kusumo Hadi, rencana ini sudah dicetuskan September 2020. “Tujuannya meningkatkan angka ekspor Jawa Timur meskipun di tengah pandemi,” katanya.

Negara Amerika Serikat dan Eropa masih jadi tujuan utama ekspor Jawa Timur. Ada dua sektor yang masih jadi andalan. Yakni non migas di sektor kerajinan tangan dan agro industri. “Itu yang kita sampaikan ke calon pembeli,” ungkapnya.

Wahyu menjabarkan, Januari tahun depan sudah mulai pendampingan. Pertengahan tahun depan di perkirakan ekspor bisa dilakukan. Pendampingan mulai peningkatan kualitas produk, branding, peningkatan SDM, pembuatan kontrak kerja sampai proses kepabeaan ke pelabuhan akan didampingi.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda mengatakan, peningkatan kapasitas ekspor dari provinsi ini dianggap cocok dengan program pemkab. “Saya percaya produk ini sudah sesuai kualitas ekspor. Tetap harus ada peningkatan. Saya ingin ini benar-benar bisa direalisasikan,” harapnya.

Tjarda meminta pelaku usaha yang berhasil menembus pasar ekspor agar tetap mempertahankan kualitas produknya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/