alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Bantu Pemasaran, Gandeng Portal Jual Beli

SIDOARJO – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo memperluas jalinan kerja sama pemasaran dengan menggandeng portal jual beli daring. Langkah itu dilakukan agar pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa maksimal.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo M Edi Kurniadi mengatakan, seluruh pelaku usaha punya kesempatan yang sama. Tapi pihak rekanan yang akan menyeleksi para UMKM itu. Produk mana yang layak jual dengan standar yang ditentukan akan sangat berpeluang untuk dipasarkan. Seperti harga, kualitas, dan kapasitas produksi. “Kalau ada yang pesan seribu unit, harus bisa memenuhi,” kata Edi, Jumat (17/7).

Dengan upaya pemasaran secara daring dianggap lebih aman dan transaksi makin lancar melalui non tunai. Diakui Edi bahwa kendala usaha mikro ada dua. Yakni, pemasaran dan modal. Untuk modal, di masa pandemi Covid-19 ini ada dua relaksasi. Penundaan angsuran selama empat bulan bagi pengguna Dana Bergulir (Dagulir) Usaha Mikro. Berlaku Juli hingga Oktober. Juga pemberian keringanan suku bunga Dagulir dari enam persen menjadi empat persen saja. “Itu yang digencarkan. Menambah daya tarik permodalan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro masih melakukan pendampingan pada calon wirausahawan baru melalui kelas Sedekah Ilmu. Pemkab Sidoarjo memastikan kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM. Di sisi lain, pelaku UMKM juga disarankan lebih kompetitif dari sisi kualitas produk dan inovasi pemasaran. “Di tengah pandemi ovid-19 usaha mikro harus tetap bisa bertahan,” harap Edi. (rpp/vga/opi)

SIDOARJO – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo memperluas jalinan kerja sama pemasaran dengan menggandeng portal jual beli daring. Langkah itu dilakukan agar pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa maksimal.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo M Edi Kurniadi mengatakan, seluruh pelaku usaha punya kesempatan yang sama. Tapi pihak rekanan yang akan menyeleksi para UMKM itu. Produk mana yang layak jual dengan standar yang ditentukan akan sangat berpeluang untuk dipasarkan. Seperti harga, kualitas, dan kapasitas produksi. “Kalau ada yang pesan seribu unit, harus bisa memenuhi,” kata Edi, Jumat (17/7).

Dengan upaya pemasaran secara daring dianggap lebih aman dan transaksi makin lancar melalui non tunai. Diakui Edi bahwa kendala usaha mikro ada dua. Yakni, pemasaran dan modal. Untuk modal, di masa pandemi Covid-19 ini ada dua relaksasi. Penundaan angsuran selama empat bulan bagi pengguna Dana Bergulir (Dagulir) Usaha Mikro. Berlaku Juli hingga Oktober. Juga pemberian keringanan suku bunga Dagulir dari enam persen menjadi empat persen saja. “Itu yang digencarkan. Menambah daya tarik permodalan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro masih melakukan pendampingan pada calon wirausahawan baru melalui kelas Sedekah Ilmu. Pemkab Sidoarjo memastikan kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM. Di sisi lain, pelaku UMKM juga disarankan lebih kompetitif dari sisi kualitas produk dan inovasi pemasaran. “Di tengah pandemi ovid-19 usaha mikro harus tetap bisa bertahan,” harap Edi. (rpp/vga/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/