alexametrics
30 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Pemkab Sidoarjo Boleh Kelola Pulau Lusi untuk Dorong Perekonomian

SIDOARJO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia memberikan lampu hijau pengembangan Pulau Lusi untuk menjadi wisata yang mampu menjadi pendorong perekonomian di Sidoarjo.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP TB. Haeru Rahayu, warga Sidoarjo terutama masyarakat sekitar pulau Lusi ini sudah menjadi aset nasional.
“Saya diminta oleh Pak Menteri melihat Pulau Lusi ini dan apa yang bisa kita lakukan untuk menggerakkan perekonomian supaya menggeliat, itu yang paling pokok sebetulnya,” kata Haeru saat mengunjungi Pulau Lusi, Sabtu (16/1).

Pulau Lusi yang merupakan aset nasional di bawah kewenangan KKP saat ini sudah masuk dalam pembahasan prioritas. Dalam waktu dekat kementerian KKP akan mengumpulkan para stakeholder.

Haeru menambahkan, untuk membangun dan mengembangkan Wisata Pulau Lusi ini dibutuhkan sinergitas dari berbagai sektor. Baik dari pemerintah maupun swasta.
“Untuk membangun pulau Lusi butuh waktu, butuh kebersamaan dan butuh sinergitas antara pusat, Pemda, masyarakat atau bahkan swasta. Untuk itu saya mohon kita rapatkan barisan kita lupakan sekat-sekat, boleh ada tapi kita tipiskan,” ujarnya.

Dia juga berharap, dengan dikembangkannya Pulau Lusi lebih baik lagi, akan mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap Lumpur Sidoarjo. Yang mulanya bencana menjadi pendorong perekonomian masyarakat.

Semua instansi terkait sepakat untuk mengembangkan Pulau Lusi sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo dan akan memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan masing-masing guna tercapainya pengelolaan Pulau Lusi secara baik. BPSPL Denpasar mempunyai peran yang penting apabila diberikan mandat sebagai pengelola Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Pulau Lusi. (rpp/vga)

SIDOARJO – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia memberikan lampu hijau pengembangan Pulau Lusi untuk menjadi wisata yang mampu menjadi pendorong perekonomian di Sidoarjo.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP TB. Haeru Rahayu, warga Sidoarjo terutama masyarakat sekitar pulau Lusi ini sudah menjadi aset nasional.
“Saya diminta oleh Pak Menteri melihat Pulau Lusi ini dan apa yang bisa kita lakukan untuk menggerakkan perekonomian supaya menggeliat, itu yang paling pokok sebetulnya,” kata Haeru saat mengunjungi Pulau Lusi, Sabtu (16/1).

Pulau Lusi yang merupakan aset nasional di bawah kewenangan KKP saat ini sudah masuk dalam pembahasan prioritas. Dalam waktu dekat kementerian KKP akan mengumpulkan para stakeholder.

Haeru menambahkan, untuk membangun dan mengembangkan Wisata Pulau Lusi ini dibutuhkan sinergitas dari berbagai sektor. Baik dari pemerintah maupun swasta.
“Untuk membangun pulau Lusi butuh waktu, butuh kebersamaan dan butuh sinergitas antara pusat, Pemda, masyarakat atau bahkan swasta. Untuk itu saya mohon kita rapatkan barisan kita lupakan sekat-sekat, boleh ada tapi kita tipiskan,” ujarnya.

Dia juga berharap, dengan dikembangkannya Pulau Lusi lebih baik lagi, akan mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap Lumpur Sidoarjo. Yang mulanya bencana menjadi pendorong perekonomian masyarakat.

Semua instansi terkait sepakat untuk mengembangkan Pulau Lusi sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo dan akan memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan masing-masing guna tercapainya pengelolaan Pulau Lusi secara baik. BPSPL Denpasar mempunyai peran yang penting apabila diberikan mandat sebagai pengelola Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Pulau Lusi. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/