alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Sebanyak 350 Ponpes di Jatim Miliki Produk Unggulan

SIDOARJO – Pondok pesantren (ponpes) memiliki peluang besar untuk mencetak santri preneur baru di usia muda. Sejalan dengan program milik provinsi, melalui One Pesantren One Product (OPOP), para santri difasilitasi dengan permodalan, pelatihan dan pemasaran produk yang mereka buat selama di ponpes.

Sekretaris OPOP Jawa Timur Mochammad Ghofirin menyatakan, memasuki tahun kedua, OPOP sudah bisa menjalin kerja sama pemasaran bersama diaspora Indonesia di luar negeri. Tahun ini, ada sembilan negara di antaranya Malaysia, Brunai Darussalam, dan Turki yang akan menjadi pangsa pasar baru dari produk-produk santri dari ponpes di Jawa Timur.

“Peluang Jawa Timur sangat besar. Sampai saat ini ada ratusan pesantren yang punya produk buatan sendiri,” katanya dijumpai mempersiapkan pameran OPOP 2020 di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jatim di Sedati, Rabu (16/12).

Misalkan produk songkok dari Ponpes Qomaruddin Gresik, beras dan kue sorgum dari Ponpes Fathul Ulum Jombang dan tas batok kelapa dari Ponpes Mambaul Hisan Blitar.

“Jadi ini memiliki target 1.000 pesantren dengan 1.000 produk unggulan selama lima tahun,” imbuhnya.

Hal tersebut sudah berjalan progresif sejak tahun 2019. Ada 150 Pesantren. Dan 2020 bertambah 200 menjadi 350 pesantren. (rpp/nis)

 

SIDOARJO – Pondok pesantren (ponpes) memiliki peluang besar untuk mencetak santri preneur baru di usia muda. Sejalan dengan program milik provinsi, melalui One Pesantren One Product (OPOP), para santri difasilitasi dengan permodalan, pelatihan dan pemasaran produk yang mereka buat selama di ponpes.

Sekretaris OPOP Jawa Timur Mochammad Ghofirin menyatakan, memasuki tahun kedua, OPOP sudah bisa menjalin kerja sama pemasaran bersama diaspora Indonesia di luar negeri. Tahun ini, ada sembilan negara di antaranya Malaysia, Brunai Darussalam, dan Turki yang akan menjadi pangsa pasar baru dari produk-produk santri dari ponpes di Jawa Timur.

“Peluang Jawa Timur sangat besar. Sampai saat ini ada ratusan pesantren yang punya produk buatan sendiri,” katanya dijumpai mempersiapkan pameran OPOP 2020 di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jatim di Sedati, Rabu (16/12).

Misalkan produk songkok dari Ponpes Qomaruddin Gresik, beras dan kue sorgum dari Ponpes Fathul Ulum Jombang dan tas batok kelapa dari Ponpes Mambaul Hisan Blitar.

“Jadi ini memiliki target 1.000 pesantren dengan 1.000 produk unggulan selama lima tahun,” imbuhnya.

Hal tersebut sudah berjalan progresif sejak tahun 2019. Ada 150 Pesantren. Dan 2020 bertambah 200 menjadi 350 pesantren. (rpp/nis)

 

Most Read

Berita Terbaru


/