alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Sebanyak 146 Gapoktan Dapat PUAP

SIDOARJO – Dana hibah Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan atau PUAP dari Kementerian Pertanian diberikan kepada 146 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Plt Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Sutejo program dana hibah PUAP kepada Gapoktan dari pemerintah ini bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di sektor pertanian.

“Dana PUAP yang diterima Gapoktan, diantaranya bisa dipakai keperluan membeli pupuk dan obat-obatan yang dibutuhkan petani yang menjadi anggotanya,” jelas Sutejo.

Dikatakan Sutejo, 146 Gapoktan ini masing-mendapat dana hibah sama yakni Rp100 juta. Dana Gapoktan ini dihibahkan kepada 146 unit Gapoktan yang ada 18 kecamatan.

Namun tiap kecamatan, jumlah Gapoktan yang mendapatkannya tidak sama. Paling sedikit di Kecamatan Waru, hanya ada satu Gapoktan. Paling banyak ada di Kecamatan Krembung, ada 15 Gapoktan.

Gapoktan di Sidoarjo sebelumnya telah berhasil mengelola PUAP ini. Yakni setelah dikelola selama 13 tahun, pada periode tahun 2008 – 2015, bisa berkembang sampai Rp 14 miliar.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Wahyudi Zuhri, memotivasi agar keberadaan Gapoktan di Kab Sidoarjo harus maju dan berkembang. “Dana hibah PUAP Gapoktan ini jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” pesannya.

Menurut Wahyudi, apabila bidang pertanian di Sidoarjo maju, maka dampaknya petani juga ikut makmur dan Kab Sidoarjo akan ikut menjadi makmur.

“Untuk kemajuan Gapoktan yang menerima bantuan hibah PUAP itu, maka menurut dirinya harus dilakukan monitoring dan evaluasi,” jelasnya.

Apalagi saat ini ada 10 tantangan bidang pertanian pada abad ke-21 ini. Para petani setidaknya harus tahu, supaya bisa bersaing dan bertahan dalam masa persaingan ketat ini. Salah satunya, menurut dirinya tidak lepas dari keberadaan pemanfaatan teknologi informasi. (rpp/opi)

SIDOARJO – Dana hibah Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan atau PUAP dari Kementerian Pertanian diberikan kepada 146 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Plt Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Sutejo program dana hibah PUAP kepada Gapoktan dari pemerintah ini bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di sektor pertanian.

“Dana PUAP yang diterima Gapoktan, diantaranya bisa dipakai keperluan membeli pupuk dan obat-obatan yang dibutuhkan petani yang menjadi anggotanya,” jelas Sutejo.

Dikatakan Sutejo, 146 Gapoktan ini masing-mendapat dana hibah sama yakni Rp100 juta. Dana Gapoktan ini dihibahkan kepada 146 unit Gapoktan yang ada 18 kecamatan.

Namun tiap kecamatan, jumlah Gapoktan yang mendapatkannya tidak sama. Paling sedikit di Kecamatan Waru, hanya ada satu Gapoktan. Paling banyak ada di Kecamatan Krembung, ada 15 Gapoktan.

Gapoktan di Sidoarjo sebelumnya telah berhasil mengelola PUAP ini. Yakni setelah dikelola selama 13 tahun, pada periode tahun 2008 – 2015, bisa berkembang sampai Rp 14 miliar.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Wahyudi Zuhri, memotivasi agar keberadaan Gapoktan di Kab Sidoarjo harus maju dan berkembang. “Dana hibah PUAP Gapoktan ini jangan sampai disalahgunakan untuk kepentingan pribadi,” pesannya.

Menurut Wahyudi, apabila bidang pertanian di Sidoarjo maju, maka dampaknya petani juga ikut makmur dan Kab Sidoarjo akan ikut menjadi makmur.

“Untuk kemajuan Gapoktan yang menerima bantuan hibah PUAP itu, maka menurut dirinya harus dilakukan monitoring dan evaluasi,” jelasnya.

Apalagi saat ini ada 10 tantangan bidang pertanian pada abad ke-21 ini. Para petani setidaknya harus tahu, supaya bisa bersaing dan bertahan dalam masa persaingan ketat ini. Salah satunya, menurut dirinya tidak lepas dari keberadaan pemanfaatan teknologi informasi. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/