alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Pengusaha Hotel Minta Keringanan Bayar Pajak

SIDOARJO – Larangan Mudik yang di tetapkan pemerintah pusat nampaknya bakal berdampak bagi pelaku usaha perhotelan. Sebagai penyeimbang anjloknya okupansi hotel, para pengusaha hotel meminta Pemkab Sidoarjo dapat memberikan kelonggaran pajak.

Hal itu diungkapkan ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sidoarjo, Achmadi Subekti, Selasa (13/4). Menurutnya, berkaca pada tahun lalu okupansi hotel disaat libur lebaran telah turun sampai 20 persen. Termasuk usaha resto juga anjlok sampai 50 persen.

Tahun ini, Pandemi Covid -19 sedikit banyak sudah banyak ditangani, tetapi juga belum sepenuhnya terkendali. Tentunya hal itu juga bakal berpengaruh pada usaha hotel dan resto. Apalagi larangan mudik kembali diterapkan pemerintah.

Karena itu, pihaknya mengharapkan kepada Pemkab Sidoarjo dapat memberi keringanan. Bentuknya bisa berupa peundaan pembayaran pajak selama beberapa bulan. “Syukur syukur Pemkab bisa membebaskan pajak selam 2 bulan kedepan,” imbuhnya.

Keringanan itu tentunya bakal sangat membantu pelaku usaha. Yakni mengurangi biaya operasional usaha juga.

Sementara itu, General Manajer Hotel Halogen, Aliman mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menyambut libur lebaran. “Kami sebatas mengandalkan kualitas kamar. Untuk dampak aturan larangan mudik sekarang masih belum terasa. Biasanya ketika dekat lebaran,” katanya.

Senada dengan itu, Manager Hotel Cahaya 3 Johanes Budi Sulis juga mengungkapkan jika servis dan kualitas kamar menjadi andalan yang bisa dilakukan. “Kami konsisten kenyamanan dan kebersihan kamar. Sehingga tamu betah dan kembali lagi,” tuturnya. (son/opi)

SIDOARJO – Larangan Mudik yang di tetapkan pemerintah pusat nampaknya bakal berdampak bagi pelaku usaha perhotelan. Sebagai penyeimbang anjloknya okupansi hotel, para pengusaha hotel meminta Pemkab Sidoarjo dapat memberikan kelonggaran pajak.

Hal itu diungkapkan ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sidoarjo, Achmadi Subekti, Selasa (13/4). Menurutnya, berkaca pada tahun lalu okupansi hotel disaat libur lebaran telah turun sampai 20 persen. Termasuk usaha resto juga anjlok sampai 50 persen.

Tahun ini, Pandemi Covid -19 sedikit banyak sudah banyak ditangani, tetapi juga belum sepenuhnya terkendali. Tentunya hal itu juga bakal berpengaruh pada usaha hotel dan resto. Apalagi larangan mudik kembali diterapkan pemerintah.

Karena itu, pihaknya mengharapkan kepada Pemkab Sidoarjo dapat memberi keringanan. Bentuknya bisa berupa peundaan pembayaran pajak selama beberapa bulan. “Syukur syukur Pemkab bisa membebaskan pajak selam 2 bulan kedepan,” imbuhnya.

Keringanan itu tentunya bakal sangat membantu pelaku usaha. Yakni mengurangi biaya operasional usaha juga.

Sementara itu, General Manajer Hotel Halogen, Aliman mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menyambut libur lebaran. “Kami sebatas mengandalkan kualitas kamar. Untuk dampak aturan larangan mudik sekarang masih belum terasa. Biasanya ketika dekat lebaran,” katanya.

Senada dengan itu, Manager Hotel Cahaya 3 Johanes Budi Sulis juga mengungkapkan jika servis dan kualitas kamar menjadi andalan yang bisa dilakukan. “Kami konsisten kenyamanan dan kebersihan kamar. Sehingga tamu betah dan kembali lagi,” tuturnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/