alexametrics
30.1 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Hipmi Minta Pemkab Aktif Pantau Harga

SIDOARJO – Mengawali bulan Ramadan, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sidoarjo berharap Pemkab Sidoarjo aktif memantau harga bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar. Tujuannya untuk mengontrol harga bapok agar tidak melambung tinggi saat pelaksanaan puasa.

Ketua BPC Hipmi Sidoarjo Dian Felani berharap stabilnya harga bapok di pasar, masyarakat tidak khawatir apalagi dalam kondisi masih pandemi Covid-19. “Diharapkan harga bapok juga terus terkendali hingga lebaran, supaya masyarakat tetap tenang dan khusyuk menjalankan ibadah puasa tanpa gelisah dengan meroketnya harga bapok,” ungkap Dian.

Di hari ketiga Ramadan ada sejumlah kenaikan harga bahan pokok di beberapa pasar. Seperti di Pasar Larangan harga bawang merah dari Rp 26 ribu, Kamis (15/4) menjadi Rp 28 ribu. Cabai rawit Rp 60 ribu naik Rp 10 ribu menjadi Rp 70 ribu per kg.

Menurutnya, Pemkab Sidoarjo juga harus mencegah adanya tengkulak atau pedagang yang nekat menimbun bapok melalui operasi pasar. Penimbunan mengakibatkan bapok langka dan berpengaruh pada harga.

“Pemkab harus mengantisipasi dan dicegah karena sangat merugikan masyarakat jangan sampai pelaksanaan Ramadan dimanfaatkan untuk menaikkan harga bapok yang terlalu tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi perekonomian di Sidoarjo harus ditingkatkan melalui sejumlah program. Terjangkaunya harga dan meningkatnya daya beli masyarakat juga jadi salah satu solusi. Sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Harga bapok terjangkau tanpa menyusahkan petani kan juga bisa dilakukan,” paparnya.

Oleh karena itu, Ia berharap momentum Ramadan ada kenaikan tingkat perekonomian masyarakat. Dengan menurunnya angka Covid-19 diharapkan ada peningkatan perekonomian yang signifikan. (rpp)

SIDOARJO – Mengawali bulan Ramadan, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sidoarjo berharap Pemkab Sidoarjo aktif memantau harga bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar. Tujuannya untuk mengontrol harga bapok agar tidak melambung tinggi saat pelaksanaan puasa.

Ketua BPC Hipmi Sidoarjo Dian Felani berharap stabilnya harga bapok di pasar, masyarakat tidak khawatir apalagi dalam kondisi masih pandemi Covid-19. “Diharapkan harga bapok juga terus terkendali hingga lebaran, supaya masyarakat tetap tenang dan khusyuk menjalankan ibadah puasa tanpa gelisah dengan meroketnya harga bapok,” ungkap Dian.

Di hari ketiga Ramadan ada sejumlah kenaikan harga bahan pokok di beberapa pasar. Seperti di Pasar Larangan harga bawang merah dari Rp 26 ribu, Kamis (15/4) menjadi Rp 28 ribu. Cabai rawit Rp 60 ribu naik Rp 10 ribu menjadi Rp 70 ribu per kg.

Menurutnya, Pemkab Sidoarjo juga harus mencegah adanya tengkulak atau pedagang yang nekat menimbun bapok melalui operasi pasar. Penimbunan mengakibatkan bapok langka dan berpengaruh pada harga.

“Pemkab harus mengantisipasi dan dicegah karena sangat merugikan masyarakat jangan sampai pelaksanaan Ramadan dimanfaatkan untuk menaikkan harga bapok yang terlalu tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi perekonomian di Sidoarjo harus ditingkatkan melalui sejumlah program. Terjangkaunya harga dan meningkatnya daya beli masyarakat juga jadi salah satu solusi. Sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Harga bapok terjangkau tanpa menyusahkan petani kan juga bisa dilakukan,” paparnya.

Oleh karena itu, Ia berharap momentum Ramadan ada kenaikan tingkat perekonomian masyarakat. Dengan menurunnya angka Covid-19 diharapkan ada peningkatan perekonomian yang signifikan. (rpp)

Most Read

Berita Terbaru


/