alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Pemkab Minta Debitur Giat Bayar Cicilan

SIDOARJO – Sebanyak 300 pengusaha mikro di Sidoarjo telah mengajukan pinjaman bantuan permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan bunga 3 persen per tahun atau 0,25 persen per bulan. Rata-rata pemohon mendapat Kurda sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.

Adapula yang mendapat hingga Rp 200 juta. Seperti Muhamad Shoke, warga Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon. Pria yang memiliki usaha penggilingan padi ini akhirnya bisa mendapat Kurda sebesar Rp 200 juta. Nominal tersebut sesuai dengan jumlah yang diajukannya. “Modal ini saya gunakan untuk mengembangkan usaha,” ungkap Shoke, Senin (15/3).

Semenjak digulirkan awal 2021, antusiasme masyarakat akan bantuan permodalan ini sangat besar. Pemkab pun berpesan agar para debitur bisa membayar tanggungan tepat waktu.

Sebab pemkab telah mengucurkan anggaran yang besar pada sektor permodalan usaha ini. Rp 12 miliar dikucurkan untuk permulaan Kurda ini. Selain itu ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) 8 persen di kucurkan pemkab selain untuk bidang kesehatan tapi juga pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan Kurda menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan jenis usaha mikro lainnya. “Saya harapkan berjalan dengan lancar, sehingga kedepan bisa ditambah kuotanya,” katanya.

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dampak pandemi Covid- 19, diperlukan langkah cepat dan tepat di bidang ekonomi produktif terutama pengusaha mikro. “Ketika ada program semacam ini, manfaatkan sebaik-baiknya, jangan sampai timbul kredit macet, kalau pelaku usaha komitmen pemerintah lebih komitmen,” katanya.

Direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha Sidoarjo Sofia Nurkrisnajanti Atmaja mengatakan upaya mencegah kredit macet, sejak tahap analisa, pihaknya memeriksa detail catatan calon debitur pada kredit sebelumnya dan kredit yang diberikan ini telah memiliki asuransi.

Melihat antuasiasme pengusaha mikro, Sofia bakal mengajukan tambahan permodalan Kurda ini. Setidaknya butuh Rp 36 miliar agar bisa memberikan bantuan permodalan bagi 1000 pengusaha mikro di Kota Delta. “Penambahan modal, akan diusulkan saat PAK,” ungkapnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Sebanyak 300 pengusaha mikro di Sidoarjo telah mengajukan pinjaman bantuan permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan bunga 3 persen per tahun atau 0,25 persen per bulan. Rata-rata pemohon mendapat Kurda sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta.

Adapula yang mendapat hingga Rp 200 juta. Seperti Muhamad Shoke, warga Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon. Pria yang memiliki usaha penggilingan padi ini akhirnya bisa mendapat Kurda sebesar Rp 200 juta. Nominal tersebut sesuai dengan jumlah yang diajukannya. “Modal ini saya gunakan untuk mengembangkan usaha,” ungkap Shoke, Senin (15/3).

Semenjak digulirkan awal 2021, antusiasme masyarakat akan bantuan permodalan ini sangat besar. Pemkab pun berpesan agar para debitur bisa membayar tanggungan tepat waktu.

Sebab pemkab telah mengucurkan anggaran yang besar pada sektor permodalan usaha ini. Rp 12 miliar dikucurkan untuk permulaan Kurda ini. Selain itu ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) 8 persen di kucurkan pemkab selain untuk bidang kesehatan tapi juga pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan Kurda menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan jenis usaha mikro lainnya. “Saya harapkan berjalan dengan lancar, sehingga kedepan bisa ditambah kuotanya,” katanya.

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dampak pandemi Covid- 19, diperlukan langkah cepat dan tepat di bidang ekonomi produktif terutama pengusaha mikro. “Ketika ada program semacam ini, manfaatkan sebaik-baiknya, jangan sampai timbul kredit macet, kalau pelaku usaha komitmen pemerintah lebih komitmen,” katanya.

Direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Delta Artha Sidoarjo Sofia Nurkrisnajanti Atmaja mengatakan upaya mencegah kredit macet, sejak tahap analisa, pihaknya memeriksa detail catatan calon debitur pada kredit sebelumnya dan kredit yang diberikan ini telah memiliki asuransi.

Melihat antuasiasme pengusaha mikro, Sofia bakal mengajukan tambahan permodalan Kurda ini. Setidaknya butuh Rp 36 miliar agar bisa memberikan bantuan permodalan bagi 1000 pengusaha mikro di Kota Delta. “Penambahan modal, akan diusulkan saat PAK,” ungkapnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/