alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Disnaker Godok Progam Jaminan Sosial Untuk Pekerja Rentan

SIDOARJO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo tengah menggodok progam jaminan sosial untuk pekerja rentan. Tujuannya untuk jaminan kesejahteraan bagi pekerja rentan apabila mengalami kecelakaan kerja.

Kepala Disnaker Sidoarjo Fenny Apridawati menguraikan, pekerja rentan yang dimaksud juga beragam. Biasanya mereka adalah pekerja non formal yang memang selama ini belum banyak terkaver jaminan sosial. Contohnya pembantu rumah tangga, ojol (ojek online), hingga pedagang yang berjualan di sekitar perusahaan.

Data Badan Pusat Statsitik (BPS) Jawa Timur menyebutkan, di tahun 2018, angkatan kerja di Kabupaten Sidoarjo tercatat di angka 1,094 juta jiwa. Sementara data pekerja formal di Sidoarjo ada di sekitar angka 700-an ribu. “Selisihnya bekerja di mana, mereka juga bisa masuk kategori pekerja rentan yang perlu diperhatikan,” terangnya.

Fenny menguraikan, para pekerja rentan itu juga patut untuk dipikirkan. Salah satunya dengan upaya pemberian jaminan sosial. Sehingga andaikata mereka terlibat kecelakaan kerja maka tidak langsung jatuh miskin. Karena ada yang menanggung kecelakaan kerja itu.

Menurut Fenny, alokasi dana untuk mengkaver jaminan sosial tenaga kerja rentan itu juga tidak melulu mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun bisa dengan melibatkan CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan-perusahaan di Sidoarjo.

Saat ini, pihaknya juga tengah menyusun naskah akademis. Nantinya program itu akan disusulkan dalam bentuk regulasi hukum. Tentunya juga perlu dilakukan pembahasan dengan DPRD Sidoarjo ketika sudah rampung di tangan eksekutif. (son/opi)

 

SIDOARJO – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo tengah menggodok progam jaminan sosial untuk pekerja rentan. Tujuannya untuk jaminan kesejahteraan bagi pekerja rentan apabila mengalami kecelakaan kerja.

Kepala Disnaker Sidoarjo Fenny Apridawati menguraikan, pekerja rentan yang dimaksud juga beragam. Biasanya mereka adalah pekerja non formal yang memang selama ini belum banyak terkaver jaminan sosial. Contohnya pembantu rumah tangga, ojol (ojek online), hingga pedagang yang berjualan di sekitar perusahaan.

Data Badan Pusat Statsitik (BPS) Jawa Timur menyebutkan, di tahun 2018, angkatan kerja di Kabupaten Sidoarjo tercatat di angka 1,094 juta jiwa. Sementara data pekerja formal di Sidoarjo ada di sekitar angka 700-an ribu. “Selisihnya bekerja di mana, mereka juga bisa masuk kategori pekerja rentan yang perlu diperhatikan,” terangnya.

Fenny menguraikan, para pekerja rentan itu juga patut untuk dipikirkan. Salah satunya dengan upaya pemberian jaminan sosial. Sehingga andaikata mereka terlibat kecelakaan kerja maka tidak langsung jatuh miskin. Karena ada yang menanggung kecelakaan kerja itu.

Menurut Fenny, alokasi dana untuk mengkaver jaminan sosial tenaga kerja rentan itu juga tidak melulu mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun bisa dengan melibatkan CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan-perusahaan di Sidoarjo.

Saat ini, pihaknya juga tengah menyusun naskah akademis. Nantinya program itu akan disusulkan dalam bentuk regulasi hukum. Tentunya juga perlu dilakukan pembahasan dengan DPRD Sidoarjo ketika sudah rampung di tangan eksekutif. (son/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/