alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 30 July 2021

Jualan Kambing Kurban Ramah Anak, Dikonsep Minimarket

Sejumlah pengusaha membuat terobosan saat menjual dagangannya agar terlihat unik dan menarik. Berbagai upaya dilakukan untuk menarik perhatian konsumen. Termasuk menjual hewan kurban.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Konsep berjualan hewan kurban ini berbeda. Meninggalkan kesan kumuh, dan dikonsep lebih bersih dan modern. Kambing kurban yang ditawarkan berjajar rapi dalam kandang.
Kambing-kambing tersebut dikelompokkan sesuai harga jualnya masing-masing. Penjualan mengadopsi konsep minimarket. Pola ini diterapkan Muhammad Ismail peternak kambing dan domba asal desa Sumorame, Kecamatan Candi.

Dengan konsep ini Ismail sukses mengelola minimarket kambing dan domba dengan omzet ratusan juta rupiah.

“Konsep ini lebih terbuka, sebab pembeli bisa melihat langsung kisaran harga kambing, yang sudah ditentukan,” katanya.

Dengan prinsip keterbukaan itu, Ismail mengaku jumlah pelanggannya semakin banyak. Saat ini, ia sudah membuat kandang dengan kapasitas lebih dari 100 ekor.
“Dulu, kami mulainya dari lima ekor, sekarang sudah puluhan ekor. Omzetnya lumayan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Tahun depan rencananya kita tambah lagi, kita maksimalkan lagi kapasitas kandang supaya calon pembeli nanti lebih banyak pilihannya,” terang Ismail, yang sehari-hari akrab disapa Mamat.

“Lebih enaknya melihat langsung di kandang saja, bisa memilih sama mengajak anak – anak karena kandang kami sengaja didesain ramah anak dan kita setiap hari kita jaga kebersihannya,” imbuh bapak satu anak itu. (*/vga)

Sejumlah pengusaha membuat terobosan saat menjual dagangannya agar terlihat unik dan menarik. Berbagai upaya dilakukan untuk menarik perhatian konsumen. Termasuk menjual hewan kurban.

Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo

Konsep berjualan hewan kurban ini berbeda. Meninggalkan kesan kumuh, dan dikonsep lebih bersih dan modern. Kambing kurban yang ditawarkan berjajar rapi dalam kandang.
Kambing-kambing tersebut dikelompokkan sesuai harga jualnya masing-masing. Penjualan mengadopsi konsep minimarket. Pola ini diterapkan Muhammad Ismail peternak kambing dan domba asal desa Sumorame, Kecamatan Candi.

Dengan konsep ini Ismail sukses mengelola minimarket kambing dan domba dengan omzet ratusan juta rupiah.

“Konsep ini lebih terbuka, sebab pembeli bisa melihat langsung kisaran harga kambing, yang sudah ditentukan,” katanya.

Dengan prinsip keterbukaan itu, Ismail mengaku jumlah pelanggannya semakin banyak. Saat ini, ia sudah membuat kandang dengan kapasitas lebih dari 100 ekor.
“Dulu, kami mulainya dari lima ekor, sekarang sudah puluhan ekor. Omzetnya lumayan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Tahun depan rencananya kita tambah lagi, kita maksimalkan lagi kapasitas kandang supaya calon pembeli nanti lebih banyak pilihannya,” terang Ismail, yang sehari-hari akrab disapa Mamat.

“Lebih enaknya melihat langsung di kandang saja, bisa memilih sama mengajak anak – anak karena kandang kami sengaja didesain ramah anak dan kita setiap hari kita jaga kebersihannya,” imbuh bapak satu anak itu. (*/vga)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags