alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Catat Laba Tertinggi di Tengah Pandemi

SIDOARJO – Di tengah masa pandemi Covid-19, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) justru mencatatkan laba tertingginya selama beroperasi sejak
tahun 2008. Di tahun 2020, Generali membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 263,6 miliar. Capaian itu 145 persen dibanding tahun 2019.

Selain pencapaian laba yang signifikan, kesehatan finansial Generali dibuktikan dengan Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 475 persen atau hampir empat kali lipat di atas ketentuan minimum pemerintah, yakni 120 persen. Pencapaian ini diperoleh berkat kepercayaan nasabah yang terus mempercayakan proteksi jiwa dan kesehatannya pada Generali.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, loyalitas nasabah pada proteksi Generali terbukti melalui pencapaian premi lanjutan yang tinggi, sehingga total premi bruto mencapai lebih dari Rp 2,3 triliun di tahun 2020. Perolehan laba ini juga didukung portofolio yang lebih stabil, dimana 97 persen penjualan produk berfokus pada reguler premium. Sedangkan sisanya 3 persen adalah single premium.

“Kuncinya adalah terus berinovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah. Inovasi yang berbeda, solutif, dan memiliki nilai tambah itu selalu ditemukan di setiap produk dan layanan Generali. Inovasi-inovasi dalam hal produk, proses dan layanan inilah yang terus mendukung jalur distribusi kami, baik keagenan, bancassurance maupun corporate solution,” ungkap Edy dalam virtual press conference Generali Annual Result, Rabu (16/6).

Selain perolehan laba yang tumbuh signifikan, lanjut dia, Generali juga semakin kuat dengan pertumbuhan aset sehingga mencapai lebih dari Rp 7,3 trilliun. Dari sisi komposisi jalur distribusi perolehan premi, jalur keagenan masih memberikan kontribusi terbesar yakni sebesar 74 persen. Selain itu, perolehan premi dari jalur distribusi ini juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan lebih dari Rp 1,6 Triliun.

“Ini membuktikan bahwa kondisi physical distancing bukan menjadi hambatan dalam memberikan konsultasi dan proteksi ke semakin banyak orang karena solusi digital tepat guna,” tegasnya.

Lebih jauh Edy menjelaskan, kinerja finansial Generali di tahun 2020 juga didukung oleh optimalisasi digital, produk dan layanan inovatif. Serta ekspansi bisnis untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Untuk mengoptimalkan unit link nasabah, fitur Robo ARMS yang sudah berjalan sejak tahun 2019 menunjukkan kinerja yang semakin baik.

“Hasil investasi nasabah menjadi lebih optimal, dimana hingga April 2021, 98 persen kinerja porsi investasi nasabah dengan Robo ARMS bisa di atas IHSG. Bahkan di antaranya bisa mencapai 40 persen di atas IHSG,” ungkap Edy. (awa/opi)

 

SIDOARJO – Di tengah masa pandemi Covid-19, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) justru mencatatkan laba tertingginya selama beroperasi sejak
tahun 2008. Di tahun 2020, Generali membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 263,6 miliar. Capaian itu 145 persen dibanding tahun 2019.

Selain pencapaian laba yang signifikan, kesehatan finansial Generali dibuktikan dengan Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 475 persen atau hampir empat kali lipat di atas ketentuan minimum pemerintah, yakni 120 persen. Pencapaian ini diperoleh berkat kepercayaan nasabah yang terus mempercayakan proteksi jiwa dan kesehatannya pada Generali.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, loyalitas nasabah pada proteksi Generali terbukti melalui pencapaian premi lanjutan yang tinggi, sehingga total premi bruto mencapai lebih dari Rp 2,3 triliun di tahun 2020. Perolehan laba ini juga didukung portofolio yang lebih stabil, dimana 97 persen penjualan produk berfokus pada reguler premium. Sedangkan sisanya 3 persen adalah single premium.

“Kuncinya adalah terus berinovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah. Inovasi yang berbeda, solutif, dan memiliki nilai tambah itu selalu ditemukan di setiap produk dan layanan Generali. Inovasi-inovasi dalam hal produk, proses dan layanan inilah yang terus mendukung jalur distribusi kami, baik keagenan, bancassurance maupun corporate solution,” ungkap Edy dalam virtual press conference Generali Annual Result, Rabu (16/6).

Selain perolehan laba yang tumbuh signifikan, lanjut dia, Generali juga semakin kuat dengan pertumbuhan aset sehingga mencapai lebih dari Rp 7,3 trilliun. Dari sisi komposisi jalur distribusi perolehan premi, jalur keagenan masih memberikan kontribusi terbesar yakni sebesar 74 persen. Selain itu, perolehan premi dari jalur distribusi ini juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan lebih dari Rp 1,6 Triliun.

“Ini membuktikan bahwa kondisi physical distancing bukan menjadi hambatan dalam memberikan konsultasi dan proteksi ke semakin banyak orang karena solusi digital tepat guna,” tegasnya.

Lebih jauh Edy menjelaskan, kinerja finansial Generali di tahun 2020 juga didukung oleh optimalisasi digital, produk dan layanan inovatif. Serta ekspansi bisnis untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Untuk mengoptimalkan unit link nasabah, fitur Robo ARMS yang sudah berjalan sejak tahun 2019 menunjukkan kinerja yang semakin baik.

“Hasil investasi nasabah menjadi lebih optimal, dimana hingga April 2021, 98 persen kinerja porsi investasi nasabah dengan Robo ARMS bisa di atas IHSG. Bahkan di antaranya bisa mencapai 40 persen di atas IHSG,” ungkap Edy. (awa/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/