alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Ditinggalkan Petani, Bupati Muhdlor Aktifkan Lagi Lahan Pertanian di Krembung

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo ingin mengaktifkan lagi lahan pertanian seluas 23 hektare di Dusun Gempolrawan, Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung. Caranya dengan membangun saluran irigasi baru agar lahan tersebut kembali produktif.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menjelaskan, sekitar tujuh tahun lalu, lahan persawahan itu mulai ditinggalkan petani. Dikarenakan tidak memiliki sistem pengairan membuat petani pun gagal panen hingga merugi.

“Permasalahannya ini air bisa masuk ke persawahan tapi tidak bisa keluar karena tidak ada saluran irigasinya. Kalau ditanami padi kualitasnya jadi buruk dan akan gagal panen karena banyak ditumbuhi rumput liar,” ujarnya.

Mengetahui kondisi yang lama mangkrak itu, Pemkab Sidoarjo ingin mengaktifkan lagi lahan tersebut sebagai lahan pertanian.

Muhdlor menilai lahan itu bisa kembali diproduktifkan oleh petani dengan catatan dibuatkan saluran irigasi baru.

Bupati muda itu sudah minta ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk membuatkan tiga saluran irigasi baru dengan lebar sekitar 3,5 meter dan panjangnya sekitar 250 meter. Saluran irigasi ini akan tembus sampai saluran buangan atau Kali Balong.

“Segera akan kita buatkan saluran irigasi baru, nanti dibuatkan tiga saluran di lahan sawah ini supaya petani bisa kembali memanfaatkannya. Lahan kembali jadi produktif,” harap Muhdlor.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, pengerjaan saluran irigasi tersebut mulai dikerjakan, Senin (17/1). Memakai anggaran swakelola DPUBMSDA, kurang lebih membutuhkan waktu selama satu minggu.

“Semoga lahan segera produktif. Karena saluran irigasi yang dulu ada sekarang tertutup jadi tidak ada saluran irigasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungrawan Makhrudi mengaku senang keluhan yang disampaikan ke Pemkab Sidoarjo langsung mendapatkan respon dari Bupati Muhdlor.

“Kendala yang dihadapi para petani saat dilakukan penanaman padi bisa terselesaikan,” katanya.

Mengutip data dari Badan Pusat Statisik (BPS) tahun 2019, untuk lahan satu hektare bisa mengahasilkan padi giling sekitar 5.7 ton. Bila lahan di wilayah Dusun Gempolrawan itu kembali diproduktifkan maka akan menghasilkan 131 ton dalam satu tahun. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo ingin mengaktifkan lagi lahan pertanian seluas 23 hektare di Dusun Gempolrawan, Desa Kedungrawan, Kecamatan Krembung. Caranya dengan membangun saluran irigasi baru agar lahan tersebut kembali produktif.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor menjelaskan, sekitar tujuh tahun lalu, lahan persawahan itu mulai ditinggalkan petani. Dikarenakan tidak memiliki sistem pengairan membuat petani pun gagal panen hingga merugi.

“Permasalahannya ini air bisa masuk ke persawahan tapi tidak bisa keluar karena tidak ada saluran irigasinya. Kalau ditanami padi kualitasnya jadi buruk dan akan gagal panen karena banyak ditumbuhi rumput liar,” ujarnya.

Mengetahui kondisi yang lama mangkrak itu, Pemkab Sidoarjo ingin mengaktifkan lagi lahan tersebut sebagai lahan pertanian.

Muhdlor menilai lahan itu bisa kembali diproduktifkan oleh petani dengan catatan dibuatkan saluran irigasi baru.

Bupati muda itu sudah minta ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk membuatkan tiga saluran irigasi baru dengan lebar sekitar 3,5 meter dan panjangnya sekitar 250 meter. Saluran irigasi ini akan tembus sampai saluran buangan atau Kali Balong.

“Segera akan kita buatkan saluran irigasi baru, nanti dibuatkan tiga saluran di lahan sawah ini supaya petani bisa kembali memanfaatkannya. Lahan kembali jadi produktif,” harap Muhdlor.

Kepala Bidang Irigasi dan Pematusan DPUBMSDA Sidoarjo Rizal Asnan mengatakan, pengerjaan saluran irigasi tersebut mulai dikerjakan, Senin (17/1). Memakai anggaran swakelola DPUBMSDA, kurang lebih membutuhkan waktu selama satu minggu.

“Semoga lahan segera produktif. Karena saluran irigasi yang dulu ada sekarang tertutup jadi tidak ada saluran irigasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungrawan Makhrudi mengaku senang keluhan yang disampaikan ke Pemkab Sidoarjo langsung mendapatkan respon dari Bupati Muhdlor.

“Kendala yang dihadapi para petani saat dilakukan penanaman padi bisa terselesaikan,” katanya.

Mengutip data dari Badan Pusat Statisik (BPS) tahun 2019, untuk lahan satu hektare bisa mengahasilkan padi giling sekitar 5.7 ton. Bila lahan di wilayah Dusun Gempolrawan itu kembali diproduktifkan maka akan menghasilkan 131 ton dalam satu tahun. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/