alexametrics
30.1 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

UMKM Ingin Dapat Hibah Rp 2,4 Juta? Penuhi Syarat Ini

SIDOARJO – Kucuran dana segar dari pemerintah pusat untuk pelaku usaha mikro, bakal segera diterima. Kementerian Koperasi dan UKM menyebut bantuan ini bukanlah pinjaman. Melainkan hibah berbentuk uang tunai senilai Rp 2,4 juta untuk mendorong pelaku bisnis kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo tengah memperbarui data bagi usaha mikro yang memenuhi syarat hibah tersebut. Pasalnya ada data yang perlu ditambahkan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ada syarat lain juga yang harus dipenuhi. Yakni pemilik usaha tidak punya tabungan di bank di atas Rp 2 juta. Dilengkapi dengan surat pernyataan bahwa yang bersangkutan benar-benar pelaku usaha mikro atau ultra mikro. “Supaya lebih update datanya. Bantuan lebih tepat sasaran. Kita melibatkan kecamatan, desa dan kelurahan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Mohamad Edi Kurniadi kepada Radar Sidoarjo, kemarin (14/8).

Edi menjelaskan, kecenderungan pelaku usaha mikro dan ultra mikro masih gonta-ganti produksi barang. Maka dari itu refresh data ini layak dilakukan. Selain itu, ada juga pelaku usaha mikro yang sudah naik kelas menjadi pengusaha kecil bahkan menengah.

Berdasarkan data Dinkop Sidoarjo, ada 13 ribu pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang tercatat. Ia berharap seluruh sektor bisa tersentuh. Mantan Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pengendalian Pencemaran DLHK ini berharap pengusaha mikro segera mendaftarkan diri. “Asalkan belum pernah tersentuh pinjaman bank atau lembaga keuangan lain,” urainya.

Seluruh data yang masuk adalah data real. Tidak mengada-ada. “Pusat yang langsung memverifikasi. Otomatis gugur jika ada data yang dimanipulasi,” tegasnya. Target pada pertengahan September ini, seluruh data bisa dilaporkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. (rpp/nis/opi)

SIDOARJO – Kucuran dana segar dari pemerintah pusat untuk pelaku usaha mikro, bakal segera diterima. Kementerian Koperasi dan UKM menyebut bantuan ini bukanlah pinjaman. Melainkan hibah berbentuk uang tunai senilai Rp 2,4 juta untuk mendorong pelaku bisnis kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo tengah memperbarui data bagi usaha mikro yang memenuhi syarat hibah tersebut. Pasalnya ada data yang perlu ditambahkan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ada syarat lain juga yang harus dipenuhi. Yakni pemilik usaha tidak punya tabungan di bank di atas Rp 2 juta. Dilengkapi dengan surat pernyataan bahwa yang bersangkutan benar-benar pelaku usaha mikro atau ultra mikro. “Supaya lebih update datanya. Bantuan lebih tepat sasaran. Kita melibatkan kecamatan, desa dan kelurahan,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Mohamad Edi Kurniadi kepada Radar Sidoarjo, kemarin (14/8).

Edi menjelaskan, kecenderungan pelaku usaha mikro dan ultra mikro masih gonta-ganti produksi barang. Maka dari itu refresh data ini layak dilakukan. Selain itu, ada juga pelaku usaha mikro yang sudah naik kelas menjadi pengusaha kecil bahkan menengah.

Berdasarkan data Dinkop Sidoarjo, ada 13 ribu pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang tercatat. Ia berharap seluruh sektor bisa tersentuh. Mantan Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pengendalian Pencemaran DLHK ini berharap pengusaha mikro segera mendaftarkan diri. “Asalkan belum pernah tersentuh pinjaman bank atau lembaga keuangan lain,” urainya.

Seluruh data yang masuk adalah data real. Tidak mengada-ada. “Pusat yang langsung memverifikasi. Otomatis gugur jika ada data yang dimanipulasi,” tegasnya. Target pada pertengahan September ini, seluruh data bisa dilaporkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. (rpp/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/