alexametrics
27 C
Sidoarjo
Friday, 22 October 2021

Pasar Tani Kembali Dibuka, Konsumen Langsung Menyerbu

SIDOARJO – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) kembali membuka pasar tani setelah setahun vakum karena pandemi Covid-19. Konsumen pun langsung memburu produk-produk murah hasil pertanian yang merupakan potensi dari beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo berupa produk segar hasil pertanian, peternakan, perkebunan maupun aneka pangan olahan.

Sejumlah produk yakni gula dan telur paling banyak dibeli. Karena harganya lebih murah dari pasaran. Yakni telur Rp 19.500 per kilogram dan gula Rp 11.500 per kilogram.

Kepala bidang ketahanan pangan Dispaperta Sidoarjo Abriyani Susilowati menjelaskan kegiatan pasar tani kemarin telah mendapat izin dari satgas Covid-19 kabupaten untuk menyelenggarakan kegiatan.

“Tentu saja selama kegiatan pasar tani menerapkan protokol kesehatan ketat. Mengatur agar tidak terjadi kerumunan,” katanya, Jumat (7/5).

Abri berharap bulan depan pasar tani bisa kembali digelar. “Semoga situasi covid terus membaik,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan selama pasar tani tutup setahun lalu, Dispaperta mengembangkan toko tani online sebagai gantinya. Karena situasinya saat itu tidak memungkinkan.

Sejak diawali Mei 2020 hingga saat ini, masyarakat antusias memanfaatkan cara berbelanja jarak jauh itu. Meskipun beberapa pembeli setia di pasar tani masih memilih datang ke kantor, namun jumlah tersebut tidak banyak.

Selisih harga yang lumayan dibandingkan harga pasaran membuat produk binaan Dispaperta ini manis diburu konsumen. Ada total puluhan item barang produk pertanian yang tersedia di toko online tersebut. Di antaranya seperti beras, minyak goreng, gula, daging olahan frozen, produk olahan ikan dari Sidoarjo, bawang merah, bawang putih, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, Ketua tim penggerak PKK Saadah Ahmad Muhdlor dan Wakil Ketua Sriatun Subandi berkesempatan menghadiri kegiatan pasar tani kemarin.

Saadah memberikan saran agar di setiap kemasan produk alangkah baiknya selain nama produk juga mencantumkan nomor telepon penjual dan jangan sampai ketinggalan untuk mencantumkan nama Sidoarjo dalam kemasan.

“Agar pembeli tahu, kalau ini adalah produk dari Sidoarjo dan pembeli akan gampang untuk menghubungi kembali apabila ingin membeli lagi,” pungkasnya. (rpp/opi)


SIDOARJO – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) kembali membuka pasar tani setelah setahun vakum karena pandemi Covid-19. Konsumen pun langsung memburu produk-produk murah hasil pertanian yang merupakan potensi dari beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo berupa produk segar hasil pertanian, peternakan, perkebunan maupun aneka pangan olahan.

Sejumlah produk yakni gula dan telur paling banyak dibeli. Karena harganya lebih murah dari pasaran. Yakni telur Rp 19.500 per kilogram dan gula Rp 11.500 per kilogram.

Kepala bidang ketahanan pangan Dispaperta Sidoarjo Abriyani Susilowati menjelaskan kegiatan pasar tani kemarin telah mendapat izin dari satgas Covid-19 kabupaten untuk menyelenggarakan kegiatan.

“Tentu saja selama kegiatan pasar tani menerapkan protokol kesehatan ketat. Mengatur agar tidak terjadi kerumunan,” katanya, Jumat (7/5).

Abri berharap bulan depan pasar tani bisa kembali digelar. “Semoga situasi covid terus membaik,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan selama pasar tani tutup setahun lalu, Dispaperta mengembangkan toko tani online sebagai gantinya. Karena situasinya saat itu tidak memungkinkan.

Sejak diawali Mei 2020 hingga saat ini, masyarakat antusias memanfaatkan cara berbelanja jarak jauh itu. Meskipun beberapa pembeli setia di pasar tani masih memilih datang ke kantor, namun jumlah tersebut tidak banyak.

Selisih harga yang lumayan dibandingkan harga pasaran membuat produk binaan Dispaperta ini manis diburu konsumen. Ada total puluhan item barang produk pertanian yang tersedia di toko online tersebut. Di antaranya seperti beras, minyak goreng, gula, daging olahan frozen, produk olahan ikan dari Sidoarjo, bawang merah, bawang putih, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, Ketua tim penggerak PKK Saadah Ahmad Muhdlor dan Wakil Ketua Sriatun Subandi berkesempatan menghadiri kegiatan pasar tani kemarin.

Saadah memberikan saran agar di setiap kemasan produk alangkah baiknya selain nama produk juga mencantumkan nomor telepon penjual dan jangan sampai ketinggalan untuk mencantumkan nama Sidoarjo dalam kemasan.

“Agar pembeli tahu, kalau ini adalah produk dari Sidoarjo dan pembeli akan gampang untuk menghubungi kembali apabila ingin membeli lagi,” pungkasnya. (rpp/opi)


Most Read

Berita Terbaru