alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Home Appliances Banyak Diburu Selama Pandemi

SIDOARJO – Setelah hampir dua tahun ditutup akibat pandemi, kantor Bosch Branch Office, Experiential and Innovation Center akhirnya dibuka kembali, Jumat (10/12). Hal itu ditandai dengan dibukanya sejumlah fasilitas di dalamnya.

Para pengunjung bisa melihat berbagai home appliances, mobility solutions, automotive aftermarket, hingga building technology. Ada pula thermos technology, power tools hingga drive and control (Bosch Rexroth).

Hal itu menjadi angin segar bagi digital native untuk menikmati fasilitas co-working space dalam bekerja, berdiskusi hingga konsumen yang ingin melakukan konsultasi diberbagai hal yang berkaitan dengan teknologi hingga internet of things (IoT).

“Memang ini untuk mempertemukan keahlian di bidang IoT, komunitas digital, generasi muda hingga akademisi,” ujar Nur Kholifah, Relationship Officer Bosch Experiential and Innovation Center Surabaya.

Selama pandemi Bosch juga mengalami penurunan sekitar 20 persen. Namun, pada 2022, kondisi perusahaan multinasional yang bergerak pada bidang teknik dan elektronika itu diharapkan dapat mengalami kestabilan di angka 10 persen.

Namun Shinta Maryke, Manager, Corporate Communications & Brand Management Bosch di Indonesia mengaku belum bisa memproyeksikan pertumbuhan pada 2022. Sebab dia menilai kondisinya masih bersifat fluktuatif dan dinamis.

“Kalau data tahun ini baru bisa kami rilis pada Maret atau April mendatang. Namun selama pandemi, ada perubahan. Jadi kebutuhan home appliances itu cukup banyak. Mungkin karena lebih banyak di rumah,” jelasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Setelah hampir dua tahun ditutup akibat pandemi, kantor Bosch Branch Office, Experiential and Innovation Center akhirnya dibuka kembali, Jumat (10/12). Hal itu ditandai dengan dibukanya sejumlah fasilitas di dalamnya.

Para pengunjung bisa melihat berbagai home appliances, mobility solutions, automotive aftermarket, hingga building technology. Ada pula thermos technology, power tools hingga drive and control (Bosch Rexroth).

Hal itu menjadi angin segar bagi digital native untuk menikmati fasilitas co-working space dalam bekerja, berdiskusi hingga konsumen yang ingin melakukan konsultasi diberbagai hal yang berkaitan dengan teknologi hingga internet of things (IoT).

“Memang ini untuk mempertemukan keahlian di bidang IoT, komunitas digital, generasi muda hingga akademisi,” ujar Nur Kholifah, Relationship Officer Bosch Experiential and Innovation Center Surabaya.

Selama pandemi Bosch juga mengalami penurunan sekitar 20 persen. Namun, pada 2022, kondisi perusahaan multinasional yang bergerak pada bidang teknik dan elektronika itu diharapkan dapat mengalami kestabilan di angka 10 persen.

Namun Shinta Maryke, Manager, Corporate Communications & Brand Management Bosch di Indonesia mengaku belum bisa memproyeksikan pertumbuhan pada 2022. Sebab dia menilai kondisinya masih bersifat fluktuatif dan dinamis.

“Kalau data tahun ini baru bisa kami rilis pada Maret atau April mendatang. Namun selama pandemi, ada perubahan. Jadi kebutuhan home appliances itu cukup banyak. Mungkin karena lebih banyak di rumah,” jelasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/