alexametrics
29 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Semester 1, PPN Perdagangan Elektronik Capai Rp 1,6 Triliun.

SIDOARJO – Di semester pertama 2021 ini, realisasi penerimanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) capai Rp 1.647,1 miliar. Penerimaan itu naik 125,2 persen atau senilai Rp 915,7 miliar dari semester sebelumnya.

PMSE merupakan perdagangan yang transaksinya dilakukan melalui serangkaian dan prosedur elektronik. Di Indonesia, penerapan PPN dari perusahaan digital luar negeri atau PMSE dimulai sejak Juli 2020 lalu.

Beberapa pelaku usaha PMSE luar negeri yang telah dikenakan pungutan PPN, di antaranya Netflix International B.V, Amazon Web Service Inc, Spotify AB, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, dan Google LLC.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Neilmaldrin Noor mengungkapkan, selain memaparkan realisasi penerimaan PPN, pihaknya juga menjelaskan jika DJP kembali menunjuk dua perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN PMSE. “Yakni PT Fashion Marketplace Indonesia (Zalora) dan Pipedrive OU.” paparnya.

Dengan penambahan itu, lanjut Neilmaldrin Noor, maka jumlah pemungut PPN PMSE yang telah ditunjuk DJP menjadi 75 badan usaha. Nantinya diharapkan pelaku usaha juga terus bertambah.

Dengan adanya PMSE, juga menjadi objek baru untuk semakin menambah pendapatan negara. Utamanya dari sektor pajak.

Saat ini teknologi juga makin berkembang. Gadget hingga akses internet juga semakin canggih dan cepat. Sehingga masyarakat juga banyak yang mengakses transaksi elektronik.

Nantinya, hasil pungutan pajak itu juga akan kembali ke masyarakat. Bentuknya adalah program pembangunan ataupun operasional baik pemerintah pusat ataupun daerah. (son/vga)

SIDOARJO – Di semester pertama 2021 ini, realisasi penerimanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) capai Rp 1.647,1 miliar. Penerimaan itu naik 125,2 persen atau senilai Rp 915,7 miliar dari semester sebelumnya.

PMSE merupakan perdagangan yang transaksinya dilakukan melalui serangkaian dan prosedur elektronik. Di Indonesia, penerapan PPN dari perusahaan digital luar negeri atau PMSE dimulai sejak Juli 2020 lalu.

Beberapa pelaku usaha PMSE luar negeri yang telah dikenakan pungutan PPN, di antaranya Netflix International B.V, Amazon Web Service Inc, Spotify AB, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, dan Google LLC.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Neilmaldrin Noor mengungkapkan, selain memaparkan realisasi penerimaan PPN, pihaknya juga menjelaskan jika DJP kembali menunjuk dua perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN PMSE. “Yakni PT Fashion Marketplace Indonesia (Zalora) dan Pipedrive OU.” paparnya.

Dengan penambahan itu, lanjut Neilmaldrin Noor, maka jumlah pemungut PPN PMSE yang telah ditunjuk DJP menjadi 75 badan usaha. Nantinya diharapkan pelaku usaha juga terus bertambah.

Dengan adanya PMSE, juga menjadi objek baru untuk semakin menambah pendapatan negara. Utamanya dari sektor pajak.

Saat ini teknologi juga makin berkembang. Gadget hingga akses internet juga semakin canggih dan cepat. Sehingga masyarakat juga banyak yang mengakses transaksi elektronik.

Nantinya, hasil pungutan pajak itu juga akan kembali ke masyarakat. Bentuknya adalah program pembangunan ataupun operasional baik pemerintah pusat ataupun daerah. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/