alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Perajin Kayu Gaharu di Sidoarjo Ini Pernah Dipesan Hingga Arab Saudi

SIDOARJO – Di tangan Aulia Bagus Ar Rahmaan, gelang dan tasbih dapat berharga hingga puluhan juta. Bahkan gelang dan tasbih produksinya itu sudah dipasarkan hingga ke seluruh benua.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Siang itu, Bagus bersama dua karyawannya nampak sibuk merangkai gelang dan tasbih di bengkel kerjanya di Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran. Gelang dan tasbih itu rupanya terlihat begitu istimewa.

Sebab barang tersebut berbahan kayu gaharu, sebuah pohon termahal di dunia yang diyakini berasal dari surga. “Jadi kayu ini memang sangat istimewa. Semakin tua akan semakin mahal harganya,” kata Bagus.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjelaskan, semakin hitam warna kayu yang digunakan, maka semakin tua usianya. Bahkan dapat mencapai ratusan tahun lamanya. Hal itulah yang membuat harganya mahal.

Gelang misalnya, harganya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 60 juta. Sementara untuk tasbih dibanderol Rp 750 ribu hingga Rp 40 juta. Selain gelang dan tasbih, Bagus juga menjual bakaran wewangian. Harganya Rp 60 juta perkilogramnya.

“Yang membuatnya mahal karena sangat langka. Apalagi pohon gaharu juga disebut dalam hadis sebagai kesukaan Nabi Muhammad,” ujarnya.

Pria asal Legundi, Gresik ini pun mengeskpor produknya itu hampir ke seluruh negara di setiap benua. Bahkan lulusan Teknik Elektro itu kini bisa meraup omzet Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar perbulannya.

Pria 28 tahun tersebut mengaku, keluarga Kerajaan Arab Saudi juga pernah memesan langsung kepadanya. Menurutnya, kayu gaharu dikenal istimewa karena dapat mengeluarkan aroma harum dari minyak yang keluar dari kayu tersebut.

“Tapi semenjak pandemi memang ada penurunan. Tapi saya tetap berinovasi dengan membuat aneka produk lainnya seperti kalung, powder, bakaran, patung, liontin, dupa serta minyak,” jelasnya. (*/vga)

SIDOARJO – Di tangan Aulia Bagus Ar Rahmaan, gelang dan tasbih dapat berharga hingga puluhan juta. Bahkan gelang dan tasbih produksinya itu sudah dipasarkan hingga ke seluruh benua.

LUKMAN AL FARISI/Wartawan Radar Sidoarjo

Siang itu, Bagus bersama dua karyawannya nampak sibuk merangkai gelang dan tasbih di bengkel kerjanya di Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran. Gelang dan tasbih itu rupanya terlihat begitu istimewa.

Sebab barang tersebut berbahan kayu gaharu, sebuah pohon termahal di dunia yang diyakini berasal dari surga. “Jadi kayu ini memang sangat istimewa. Semakin tua akan semakin mahal harganya,” kata Bagus.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjelaskan, semakin hitam warna kayu yang digunakan, maka semakin tua usianya. Bahkan dapat mencapai ratusan tahun lamanya. Hal itulah yang membuat harganya mahal.

Gelang misalnya, harganya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 60 juta. Sementara untuk tasbih dibanderol Rp 750 ribu hingga Rp 40 juta. Selain gelang dan tasbih, Bagus juga menjual bakaran wewangian. Harganya Rp 60 juta perkilogramnya.

“Yang membuatnya mahal karena sangat langka. Apalagi pohon gaharu juga disebut dalam hadis sebagai kesukaan Nabi Muhammad,” ujarnya.

Pria asal Legundi, Gresik ini pun mengeskpor produknya itu hampir ke seluruh negara di setiap benua. Bahkan lulusan Teknik Elektro itu kini bisa meraup omzet Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar perbulannya.

Pria 28 tahun tersebut mengaku, keluarga Kerajaan Arab Saudi juga pernah memesan langsung kepadanya. Menurutnya, kayu gaharu dikenal istimewa karena dapat mengeluarkan aroma harum dari minyak yang keluar dari kayu tersebut.

“Tapi semenjak pandemi memang ada penurunan. Tapi saya tetap berinovasi dengan membuat aneka produk lainnya seperti kalung, powder, bakaran, patung, liontin, dupa serta minyak,” jelasnya. (*/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/