alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Harga Minyak Goreng Curah di Sidoarjo Masih Lebihi HET

SIDOARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo bersama produsen sudah mendistribusikan kebutuhan minyak goreng curah bersubsidi ke pasar tradisional. Namun pedagang hingga kini, masih nekat menjual minyak goreng itu dengan harga lama. Mereka tidak menaati kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih mengatakan, hal tersebut banyak dijumpai di pasar besar di Sidoarjo. Seperti Larangan, Porong dan Krian.

“Justru harga minyak goreng lebih stabil di pasar kecil, di pasar besar belum stabil masih mahal,” katanya, Senin (14/3).

Dia mengungkapkan, dari data bahan pokok di tiap pasar, dijumpai harga minyak goreng curah masih Rp 16-19 ribu per kg. Padahal seharusnya minyak curah dijual Rp 12.800 per kg atau Rp 11.500 per liter. Artinya operasi pasar minyak goreng ini belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Operasi pasar ini, sempat ingin kami hentikan. Barang sudah kita sediakan, tapi konsumen masih dapat yang mahal. Namun akhirnya pihak pasar bertindak tegas pada pedagang untuk membuat pernyataan,” tegasnya, Senin (14/3).

Untuk menyamaratakan harga jual minyak goreng curah ini, mulai kemarin perjanjian itu ditandatangani pedagang. Minyak goreng curah dijual Rp 13 ribu per kg.

Seperti halnya operasi pasar minyak goreng yang digelar di Pasar Larangan kemarin. Pernyataan itu harus dibawa pedagang yang akan mengantre mendapat minyak goreng bersubsidi. Tidak membawa pernyataan itu, mereka tidak dilayani.

“Di pasar lainnya juga mengikuti,” jelasnya.

Mulai pekan ini agar harga terus stabil, bersama produsen, dirinya mengusahakan distribusi minyak goreng curah di pasar besar dilakukan dua hari sekali

Hari ini (15/3) distribusi 5 ribu liter minyak goreng curah dilakukan di Pasar Porong. Sedangkan operasi pasar minyak goreng kemasan sebanyak 1.200 liter digelar di Desa Pabean Kecamatan Sedati. Ada pula distribusi kebutuhan minyak goreng kemasan untuk UMKM di perumahan Bumi Citra Fajar.

Sebelumnya untuk UMKM sudah terdistribusi 300 dus minyak untuk 125 UMKM. Seperti sentra kerupuk Tlasih Tulangan mendapat 65 dus minyak goreng. Sesuai permintaan kuota.

Sementara itu, Korwil Pasar Sidoarjo Askud Hari menambahkan pernyataan yang ditandatangani itu telah melalui kesepakatan dengan 94 agen besar minyak goreng. “Kenapa Rp 13 ribu ? karena kalau 12.800 belum ongkos kemas dengan plastik,” jelasnya.

Ia menegaskan jika konsumen masih menemukan minyak goreng dijual melebihi Rp 13 ribu harus melapor ke pengelola pasar. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo bersama produsen sudah mendistribusikan kebutuhan minyak goreng curah bersubsidi ke pasar tradisional. Namun pedagang hingga kini, masih nekat menjual minyak goreng itu dengan harga lama. Mereka tidak menaati kebijakan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih mengatakan, hal tersebut banyak dijumpai di pasar besar di Sidoarjo. Seperti Larangan, Porong dan Krian.

“Justru harga minyak goreng lebih stabil di pasar kecil, di pasar besar belum stabil masih mahal,” katanya, Senin (14/3).

Dia mengungkapkan, dari data bahan pokok di tiap pasar, dijumpai harga minyak goreng curah masih Rp 16-19 ribu per kg. Padahal seharusnya minyak curah dijual Rp 12.800 per kg atau Rp 11.500 per liter. Artinya operasi pasar minyak goreng ini belum dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Operasi pasar ini, sempat ingin kami hentikan. Barang sudah kita sediakan, tapi konsumen masih dapat yang mahal. Namun akhirnya pihak pasar bertindak tegas pada pedagang untuk membuat pernyataan,” tegasnya, Senin (14/3).

Untuk menyamaratakan harga jual minyak goreng curah ini, mulai kemarin perjanjian itu ditandatangani pedagang. Minyak goreng curah dijual Rp 13 ribu per kg.

Seperti halnya operasi pasar minyak goreng yang digelar di Pasar Larangan kemarin. Pernyataan itu harus dibawa pedagang yang akan mengantre mendapat minyak goreng bersubsidi. Tidak membawa pernyataan itu, mereka tidak dilayani.

“Di pasar lainnya juga mengikuti,” jelasnya.

Mulai pekan ini agar harga terus stabil, bersama produsen, dirinya mengusahakan distribusi minyak goreng curah di pasar besar dilakukan dua hari sekali

Hari ini (15/3) distribusi 5 ribu liter minyak goreng curah dilakukan di Pasar Porong. Sedangkan operasi pasar minyak goreng kemasan sebanyak 1.200 liter digelar di Desa Pabean Kecamatan Sedati. Ada pula distribusi kebutuhan minyak goreng kemasan untuk UMKM di perumahan Bumi Citra Fajar.

Sebelumnya untuk UMKM sudah terdistribusi 300 dus minyak untuk 125 UMKM. Seperti sentra kerupuk Tlasih Tulangan mendapat 65 dus minyak goreng. Sesuai permintaan kuota.

Sementara itu, Korwil Pasar Sidoarjo Askud Hari menambahkan pernyataan yang ditandatangani itu telah melalui kesepakatan dengan 94 agen besar minyak goreng. “Kenapa Rp 13 ribu ? karena kalau 12.800 belum ongkos kemas dengan plastik,” jelasnya.

Ia menegaskan jika konsumen masih menemukan minyak goreng dijual melebihi Rp 13 ribu harus melapor ke pengelola pasar. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/