alexametrics
27 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Pelaku Usaha Diminta Kian Terbuka Terima Naker Penyandang Disabilitas

SIDOARJO – PermataBank terus menciptakan program lebih strategis bersama mitra untuk memberdayakan komunitas disabilitas. Program-program itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan, edukasi keuangan, bimbingan kewirausahaan, penyaluran pekerjaaan serta pemberian alat bantu sesuai jenis disabilitas yang dibutuhkan.

Richele Maramis, Head of Corporate Affairs PermataBank mengatakan, sebagai perusahaan yang memiliki komitmen dalam making a difference melalui pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas secara berkelanjutan, peusahaan terus mendukung upaya kesetaraan. Mereka membuka akses dan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan, edukasi literasi keuangan, bimbingan kewirausahaan serta peluang kerja.

“Kami percaya bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama dan harus mendapat kesempatan untuk bersaing baik di sektor profesional maupun kewirausahaan. Tahun ini, PermataBrave kembali hadir dengan program baru yang diharapkan dapat lebih mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing peserta program. Sehingga nantinya teman-teman penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi serta siap terjun ke dunia kerja dan usaha,” ungkap Richele Maramis dalam Virtual Konferensi Pers: PermataBrave, Jumat (10/9).

Kristrianti Puji Rahayu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik peluncuran program tersebut. Diungkapkannya, OJK sangat mendukung berbagai program yang menyasar penyandang disabilitas. Terutama aktivitas yang dapat membantu mendorong kemandirian finansial serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen PermataBank yang telah konsisten menggelar program PermataBrave sejak 2017, dan tentunya kami berharap para pelaku usaha jasa keuangan lainnya dapat mendukung hal yang sama,” kata Kristrianti.

Direktur Tenaga Kerja Dalam Negeri Kementerian Ketenagaakerjaan RI Nora Kartika Setyaningrum mengatakan, tingkat pekerjaan yang diterima penyandang disabilitas di sektor formal, masih tergolong rendah. Untuk itu, Kemenaker mengimbau agar seluruh pelaku usaha semakin terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.

“Semoga melalui program ini semakin banyak penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lain dalam hal ketenagakerjaan,” ujar Nora.

Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial mengungkapkan, masalah yang saat ini masih dihadapi oleh masyarakat berkebutuhan adalah kuota lapangan pekerjaan. Dengan terbatasnya lapangan pekerjaan tersebut, hal ini memicu terus meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Salah satu cara bagi penyandang disabilitas untuk menghasilkan pendapatan adalah dengan meningkatkan potensi diri dan menjadi wirausahawan.

“Untuk mendukung hal itu, perlu adanya kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dalam memberikan akses yang terbuka terhadap penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan,” jelas Angkie Yudistia.

PermataBank terus memperkuat posisi sebagai bank inovatif dengan menginisiasi berbagai rangkaian program corporate social responsibility yang berfokus pada tiga pilar utama yaitu education, empowerment, dan enhancement. Hingga saat ini, PermataBrave telah menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam kebutuhan dan latar belakang. (ebe/opi)

SIDOARJO – PermataBank terus menciptakan program lebih strategis bersama mitra untuk memberdayakan komunitas disabilitas. Program-program itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan, edukasi keuangan, bimbingan kewirausahaan, penyaluran pekerjaaan serta pemberian alat bantu sesuai jenis disabilitas yang dibutuhkan.

Richele Maramis, Head of Corporate Affairs PermataBank mengatakan, sebagai perusahaan yang memiliki komitmen dalam making a difference melalui pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas secara berkelanjutan, peusahaan terus mendukung upaya kesetaraan. Mereka membuka akses dan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan, edukasi literasi keuangan, bimbingan kewirausahaan serta peluang kerja.

“Kami percaya bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama dan harus mendapat kesempatan untuk bersaing baik di sektor profesional maupun kewirausahaan. Tahun ini, PermataBrave kembali hadir dengan program baru yang diharapkan dapat lebih mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing peserta program. Sehingga nantinya teman-teman penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi serta siap terjun ke dunia kerja dan usaha,” ungkap Richele Maramis dalam Virtual Konferensi Pers: PermataBrave, Jumat (10/9).

Kristrianti Puji Rahayu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik peluncuran program tersebut. Diungkapkannya, OJK sangat mendukung berbagai program yang menyasar penyandang disabilitas. Terutama aktivitas yang dapat membantu mendorong kemandirian finansial serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen PermataBank yang telah konsisten menggelar program PermataBrave sejak 2017, dan tentunya kami berharap para pelaku usaha jasa keuangan lainnya dapat mendukung hal yang sama,” kata Kristrianti.

Direktur Tenaga Kerja Dalam Negeri Kementerian Ketenagaakerjaan RI Nora Kartika Setyaningrum mengatakan, tingkat pekerjaan yang diterima penyandang disabilitas di sektor formal, masih tergolong rendah. Untuk itu, Kemenaker mengimbau agar seluruh pelaku usaha semakin terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.

“Semoga melalui program ini semakin banyak penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat lain dalam hal ketenagakerjaan,” ujar Nora.

Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden RI Bidang Sosial mengungkapkan, masalah yang saat ini masih dihadapi oleh masyarakat berkebutuhan adalah kuota lapangan pekerjaan. Dengan terbatasnya lapangan pekerjaan tersebut, hal ini memicu terus meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Salah satu cara bagi penyandang disabilitas untuk menghasilkan pendapatan adalah dengan meningkatkan potensi diri dan menjadi wirausahawan.

“Untuk mendukung hal itu, perlu adanya kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dalam memberikan akses yang terbuka terhadap penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan,” jelas Angkie Yudistia.

PermataBank terus memperkuat posisi sebagai bank inovatif dengan menginisiasi berbagai rangkaian program corporate social responsibility yang berfokus pada tiga pilar utama yaitu education, empowerment, dan enhancement. Hingga saat ini, PermataBrave telah menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam kebutuhan dan latar belakang. (ebe/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/