alexametrics
24 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Bantu Kelancaran Evakuasi Korban Sriwijaya Air, Operasikan Dua Combat

JAKARTA – Merespons musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan laut Kepulauan Seribu, Telkomsel turut berpartisipasi dengan memastikan kelancaran operasional komunikasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses evakuasi dan penyelamatan korban. Operator seluler merah putih itu langsung melakukan penguatan kapasitas dan pengamanan kualitas jaringan telekomunikasi di beberapa titik.

Direktur Network Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, sejak Sabtu (9/1), Telkomsel telah melakukan penambahan kapasitas dan pengamanan kualitas jaringan BTS yang mencakup area utama. Seperti Posko Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2-Pelabuhan Tanjung Priok, Posko Crisis Center di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Supadio Pontianak, serta Posko Antemortem-DVI RS Polri Kramat Jati. “Penambahan itu guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi di area tersebut, seiring dengan diaktifkannya sejumlah tim yang sudah mulai melakukan proses evakuasi, penyelamatan dan identifikasi korban,” ungkap Hendri dalam keteranga pers yang diterima, Senin (11/1).

Selain itu, lanjut dia, Telkomsel juga telah mengoperasikan tambahan masing-masing satu unit Compact Mobile BTS (Combat) Telkomsel di area JITC 2 Pelabuhan Tanjung Priok dan RS Polri. Langkah ini sebagai antisipasi kenaikan kapasitas trafik komunikasi di sekitar lokasi Posko Basarnas dan Posko Antemortem-DVI.

Berkoordinasi dengan kesatuan Dinas Komunikasi dan Elektronika (Diskomlek) TNI AL, Telkomsel juga mengoperasikan tambahan satu unit BTS Merah Putih di Kapal Rakyat Indonesia (KRI) Semarang yang telah difungsikan sebagai salah satu KRI untuk proses evakuasi dan penyelamatan korban di titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. BTS Merah Putih tersebut memiliki jangkauan layanan hingga dua kilometer. “BTS Merah Putih akan menunjang proses komunikasi antara petugas yang berada KRI Semarang dengan seluruh petugas yang melakukan evakuasi dan penyelamatan korban dari kapal kecil/sekoci serta KRI lainnya yang juga bertigas di perairan Kepulauan Seribu,” paparnya.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan, di wilayah JICT 2-Pelabuhan Tanjung Priok sendiri Telkomsel telah mengoperasikan 20 unit BTS yang didukung teknologi broadband terkini 4G LTE. Sedangkan untuk wilayah di sekitar Pulau Lancang Kepulauan Seribu, secara keseluruhan telah beroperasi 2 unit BTS 3G/4G dengan jangkauan luas. “Sebagai upaya untuk melayani kebutuhan akses komunikasi masyarakat dan para petugas di wilayah 3T dan perairan perbatasan Negara,” kata Hendri.

Telkomsel, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dalam memastikan kelancaran akses komunikasi seluruh tim yang terlibat. Juga memastikan kebutuhan akses komunikasi, khususnya layanan broadband dapat terpenuhi selama proses evakuasi, penyelamatan, dan identifikasi korban berlangsung. “Kami berharap upaya gotong royong bersama seluruh pihak dan para pemangku kepentingan ini dapat memperkuat solidaritas seluruh elemen bangsa,” pungkas Hendri. (pre/opi)

JAKARTA – Merespons musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan laut Kepulauan Seribu, Telkomsel turut berpartisipasi dengan memastikan kelancaran operasional komunikasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses evakuasi dan penyelamatan korban. Operator seluler merah putih itu langsung melakukan penguatan kapasitas dan pengamanan kualitas jaringan telekomunikasi di beberapa titik.

Direktur Network Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, sejak Sabtu (9/1), Telkomsel telah melakukan penambahan kapasitas dan pengamanan kualitas jaringan BTS yang mencakup area utama. Seperti Posko Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2-Pelabuhan Tanjung Priok, Posko Crisis Center di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Supadio Pontianak, serta Posko Antemortem-DVI RS Polri Kramat Jati. “Penambahan itu guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi di area tersebut, seiring dengan diaktifkannya sejumlah tim yang sudah mulai melakukan proses evakuasi, penyelamatan dan identifikasi korban,” ungkap Hendri dalam keteranga pers yang diterima, Senin (11/1).

Selain itu, lanjut dia, Telkomsel juga telah mengoperasikan tambahan masing-masing satu unit Compact Mobile BTS (Combat) Telkomsel di area JITC 2 Pelabuhan Tanjung Priok dan RS Polri. Langkah ini sebagai antisipasi kenaikan kapasitas trafik komunikasi di sekitar lokasi Posko Basarnas dan Posko Antemortem-DVI.

Berkoordinasi dengan kesatuan Dinas Komunikasi dan Elektronika (Diskomlek) TNI AL, Telkomsel juga mengoperasikan tambahan satu unit BTS Merah Putih di Kapal Rakyat Indonesia (KRI) Semarang yang telah difungsikan sebagai salah satu KRI untuk proses evakuasi dan penyelamatan korban di titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. BTS Merah Putih tersebut memiliki jangkauan layanan hingga dua kilometer. “BTS Merah Putih akan menunjang proses komunikasi antara petugas yang berada KRI Semarang dengan seluruh petugas yang melakukan evakuasi dan penyelamatan korban dari kapal kecil/sekoci serta KRI lainnya yang juga bertigas di perairan Kepulauan Seribu,” paparnya.

Lebih lanjut Hendri menjelaskan, di wilayah JICT 2-Pelabuhan Tanjung Priok sendiri Telkomsel telah mengoperasikan 20 unit BTS yang didukung teknologi broadband terkini 4G LTE. Sedangkan untuk wilayah di sekitar Pulau Lancang Kepulauan Seribu, secara keseluruhan telah beroperasi 2 unit BTS 3G/4G dengan jangkauan luas. “Sebagai upaya untuk melayani kebutuhan akses komunikasi masyarakat dan para petugas di wilayah 3T dan perairan perbatasan Negara,” kata Hendri.

Telkomsel, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dalam memastikan kelancaran akses komunikasi seluruh tim yang terlibat. Juga memastikan kebutuhan akses komunikasi, khususnya layanan broadband dapat terpenuhi selama proses evakuasi, penyelamatan, dan identifikasi korban berlangsung. “Kami berharap upaya gotong royong bersama seluruh pihak dan para pemangku kepentingan ini dapat memperkuat solidaritas seluruh elemen bangsa,” pungkas Hendri. (pre/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/