alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

LKPM Online Genjot Investasi

SIDOARJO – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo menargetkan Rp 9 triliun nilai investasi masuk ke Kota Delta pada 2021. Pada triwulan pertama ini saja sudah memenuhi target.

Realisasi investasi di Sidoarjo tercatat Rp 3 triliun. Untuk menggenjot target investasi tersebut DPMPTSP memaksimalkannya melalui sejumlah kemudahan investasi dan kemudahan pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online bagi pelaku usaha.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono menyampaikan telah menyiapkan layanan pendampingan LKPM online untuk membantu para pengusaha untuk dapat memenuhi kewajiban pelaporannya serta dapat menjadi sarana konsultasi dan bimbingan cara pengisian LKPM yang dapat diakses oleh pelaku usaha di Mal Pelayanan Publik.

“Jika sebelumnya pelaporan nilai investasi dilakukan DPMPTSP berdasar nilai investasi yang masuk, maka dengan aturan baru ini, pengusaha melaporkannya LKPM mandiri melalui online,” katanya, Kamis (8/4).

Ari menjelaskan bahwa target Rp 9 triliun nilai investasi tersebut bisa berubah dengan melihat perkembangan setelah dievaluasi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Potensi tempat berinvestasi di Sidoarjo masih terbuka lebar, kata Ari. Sebut saja kawasan industri di Kecamatan Jabon. Area dengan luas mencapai seribuan hektar tersebut saat ini tengah ditawarkan DPMPTSP ke para investor. Kemudian kawasan industri di Lingkar Timur serta beberapa pengembangan perumahan di Sukodono dan Wonoayu.

Sejalan dengan ini Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo berupaya untuk memberikan fasilitasi terkait kemudahan-kemudahan kepada semua sektor pelaku usaha di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Tidak hanya ditujukan pada pelaku menengah dan besar tetapi juga pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberikan kemudahan prosedur dalam perolehan izin usahanya dan sejalan dengan hal ini maka perlu adanya pengawasan dan pengendalian penanaman modal melalui LKPM.

Dengan adanya LKPM tersebut, pemerintah bisa mengetahui sektor usaha yang sedang berkembang, hambatan yang tengah terjadi, serta kebijakan yang harus diterapkan agar kegiatan usaha tersebut berjalan lancar.

Selain itu, LKPM juga memberikan peranan penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah dimana saat ini LKPM menjadi salah satu indikator penentu peningkatan realisasi investasi di daerah.

Muhldor menegaskan selain kemudahan investasi, fasilitas usaha di Sidoarjo masih unggul dan belum tentu dimiliki daerah lain. “Apalagi meskipun upah minimum Sidoarjo tinggi, produktivitas pekerjanya belum terkalahkan dan ini diakui sendiri oleh pengusaha,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo menargetkan Rp 9 triliun nilai investasi masuk ke Kota Delta pada 2021. Pada triwulan pertama ini saja sudah memenuhi target.

Realisasi investasi di Sidoarjo tercatat Rp 3 triliun. Untuk menggenjot target investasi tersebut DPMPTSP memaksimalkannya melalui sejumlah kemudahan investasi dan kemudahan pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online bagi pelaku usaha.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo, Ari Suryono menyampaikan telah menyiapkan layanan pendampingan LKPM online untuk membantu para pengusaha untuk dapat memenuhi kewajiban pelaporannya serta dapat menjadi sarana konsultasi dan bimbingan cara pengisian LKPM yang dapat diakses oleh pelaku usaha di Mal Pelayanan Publik.

“Jika sebelumnya pelaporan nilai investasi dilakukan DPMPTSP berdasar nilai investasi yang masuk, maka dengan aturan baru ini, pengusaha melaporkannya LKPM mandiri melalui online,” katanya, Kamis (8/4).

Ari menjelaskan bahwa target Rp 9 triliun nilai investasi tersebut bisa berubah dengan melihat perkembangan setelah dievaluasi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Potensi tempat berinvestasi di Sidoarjo masih terbuka lebar, kata Ari. Sebut saja kawasan industri di Kecamatan Jabon. Area dengan luas mencapai seribuan hektar tersebut saat ini tengah ditawarkan DPMPTSP ke para investor. Kemudian kawasan industri di Lingkar Timur serta beberapa pengembangan perumahan di Sukodono dan Wonoayu.

Sejalan dengan ini Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo berupaya untuk memberikan fasilitasi terkait kemudahan-kemudahan kepada semua sektor pelaku usaha di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Tidak hanya ditujukan pada pelaku menengah dan besar tetapi juga pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberikan kemudahan prosedur dalam perolehan izin usahanya dan sejalan dengan hal ini maka perlu adanya pengawasan dan pengendalian penanaman modal melalui LKPM.

Dengan adanya LKPM tersebut, pemerintah bisa mengetahui sektor usaha yang sedang berkembang, hambatan yang tengah terjadi, serta kebijakan yang harus diterapkan agar kegiatan usaha tersebut berjalan lancar.

Selain itu, LKPM juga memberikan peranan penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah dimana saat ini LKPM menjadi salah satu indikator penentu peningkatan realisasi investasi di daerah.

Muhldor menegaskan selain kemudahan investasi, fasilitas usaha di Sidoarjo masih unggul dan belum tentu dimiliki daerah lain. “Apalagi meskipun upah minimum Sidoarjo tinggi, produktivitas pekerjanya belum terkalahkan dan ini diakui sendiri oleh pengusaha,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/