alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Imbas Resesi, UMKM Fokus Produksi Barang Pesanan

SIDOARJO – Resesi ekonomi yang dialami Indonesia dikhawatirkan ikut berdampak pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sidoarjo. Karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menyarankan kepada pelaku UMKM untuk lebih cermat dalam memproduksi barang.

Ketua Kadin Sidoarjo Ahmad Roid mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi UMKM dalam kondisi resesi seperti ini. Pertama, UMKM disarankan fokus untuk memproduksi atau melayani barang pesanan saja. “Jadi stop mass production, agar tidak banyak barang numpuk,” katanya.

Lebih baik, lanjut Rodi, UMKM tidak terlalu fokus pada jualan barang sendiri. Tetapi bisa fokus pada permintaan dari konsumen. Apa saja yang diorder konsumen bisa dilayani.

Roid juga mengingatkan, pelaku UMKM ataupun masyarakat dapat berhemat atau bertahan dari segala macam godaan pengeluaran. “Jika masih ada sisa uang, bisa untuk tutup utang,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kondisi resesi bisa membuat daya beli masyarakat turun, disamping itu pengangguran juga cukup banyak. Hal itulah yang bisa mengganggu roda perekonomian pelaku UMKM.

Di Sidoarjo tercatat ada sekitar 248 ribu UMKM. Mereka bergerak dalam bidang usaha yang beragam. Mulai dari perajin tas dan sepatu, hingga makanan dan minuman. Pendapatan mereka juga telah banyak tergerus karena kondisi pandemi Covid-19. (son/vga)

 

SIDOARJO – Resesi ekonomi yang dialami Indonesia dikhawatirkan ikut berdampak pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sidoarjo. Karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menyarankan kepada pelaku UMKM untuk lebih cermat dalam memproduksi barang.

Ketua Kadin Sidoarjo Ahmad Roid mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi UMKM dalam kondisi resesi seperti ini. Pertama, UMKM disarankan fokus untuk memproduksi atau melayani barang pesanan saja. “Jadi stop mass production, agar tidak banyak barang numpuk,” katanya.

Lebih baik, lanjut Rodi, UMKM tidak terlalu fokus pada jualan barang sendiri. Tetapi bisa fokus pada permintaan dari konsumen. Apa saja yang diorder konsumen bisa dilayani.

Roid juga mengingatkan, pelaku UMKM ataupun masyarakat dapat berhemat atau bertahan dari segala macam godaan pengeluaran. “Jika masih ada sisa uang, bisa untuk tutup utang,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kondisi resesi bisa membuat daya beli masyarakat turun, disamping itu pengangguran juga cukup banyak. Hal itulah yang bisa mengganggu roda perekonomian pelaku UMKM.

Di Sidoarjo tercatat ada sekitar 248 ribu UMKM. Mereka bergerak dalam bidang usaha yang beragam. Mulai dari perajin tas dan sepatu, hingga makanan dan minuman. Pendapatan mereka juga telah banyak tergerus karena kondisi pandemi Covid-19. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/