alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Daya Beli Konsumen Berangsur Normal

SIDOARJO – Cairnya tunjangan hari raya (THR) berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat di Kabupaten Sidoarjo jelang Hari Raya Idul Fitri. Pusat perbelanjaan, swalayan hingga pusat toko pakaian ramai dipadati pengunjung. Mereka berbelanja kebutuhan mulai makanan minuman, hingga pakaian baru yang akan dikenakan saat lebaran nanti.

Di pusat busana muslim Indah Bordir Jalan Yos Sudarso misalkan. Vitri Widhiasmaningsih, Manager Operasional Indah Bordir mengatakan, jumlah kunjungan di momen lebaran tahun ini melebihi ekspektasi. “Alhamdulillah sudah mendekati normal. Untuk penjualan terus meningkat,” katanya, Selasa (4/5).

Vitri mengungkapkan kenaikan penjualan sudah terasa sejak Februari. Mulai dari 30 persen ke 40 persen terus hingga 70 persen.

Kemudian untuk pakaian, baju koko, sarung, mukena dan gamis masih primadona dibeli konsumen saat momen lebaran seperti ini. Dengan tren bahan kain tille, maxmara motif untuk gamis. Bahan kain katun rayon untuk mukena paling banyak dicari konsumen.

Sementara itu untuk mengatur kondisi kepadatan pengunjung toko agar tetap menjaga protokol kesehatan, petugas selalu memantau jumlah kapasitas. “Jika sangat padat, diatur sedemikian rupa agar prokes terjaga. 10 pengunjung keluar, 10 masuk. Di pintu masuk pun ada bilik disinfektan dan pengecekan suhu,” imbuhnya.

Selain Indah Bordir, naiknya antusiasme masyarakat berbelanja pakaian lebaran juga terlihat di Ramayana Prime Jalan Diponegoro.

Asisten Manager Ramayana Prime, Parini Musmina mengatakan saat weekday di siang hari tidak terlalu ramai. “Justru saat weekend kondisi mal ramai. Puncaknya di atas jam 19.00 malam,” tandasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Cairnya tunjangan hari raya (THR) berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat di Kabupaten Sidoarjo jelang Hari Raya Idul Fitri. Pusat perbelanjaan, swalayan hingga pusat toko pakaian ramai dipadati pengunjung. Mereka berbelanja kebutuhan mulai makanan minuman, hingga pakaian baru yang akan dikenakan saat lebaran nanti.

Di pusat busana muslim Indah Bordir Jalan Yos Sudarso misalkan. Vitri Widhiasmaningsih, Manager Operasional Indah Bordir mengatakan, jumlah kunjungan di momen lebaran tahun ini melebihi ekspektasi. “Alhamdulillah sudah mendekati normal. Untuk penjualan terus meningkat,” katanya, Selasa (4/5).

Vitri mengungkapkan kenaikan penjualan sudah terasa sejak Februari. Mulai dari 30 persen ke 40 persen terus hingga 70 persen.

Kemudian untuk pakaian, baju koko, sarung, mukena dan gamis masih primadona dibeli konsumen saat momen lebaran seperti ini. Dengan tren bahan kain tille, maxmara motif untuk gamis. Bahan kain katun rayon untuk mukena paling banyak dicari konsumen.

Sementara itu untuk mengatur kondisi kepadatan pengunjung toko agar tetap menjaga protokol kesehatan, petugas selalu memantau jumlah kapasitas. “Jika sangat padat, diatur sedemikian rupa agar prokes terjaga. 10 pengunjung keluar, 10 masuk. Di pintu masuk pun ada bilik disinfektan dan pengecekan suhu,” imbuhnya.

Selain Indah Bordir, naiknya antusiasme masyarakat berbelanja pakaian lebaran juga terlihat di Ramayana Prime Jalan Diponegoro.

Asisten Manager Ramayana Prime, Parini Musmina mengatakan saat weekday di siang hari tidak terlalu ramai. “Justru saat weekend kondisi mal ramai. Puncaknya di atas jam 19.00 malam,” tandasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/