alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

KURMA Lindungi Emak-Emak dari Pinjol Ilegal

SIDOARJO – Situs pinjaman online (pinjol) ilegal sempat meresahkan masyarakat. Pemkab Sidoarjo tidak ingin warganya ikut terjerat tipu daya pinjol ilegal tersebut. Maka dari itu pemkab berupaya segera mematangkan skema penyaluran Kartu Usaha Perempuan Mandiri (KURMA).

“Sekarang sedang kita finalisasi skemanya. Tidak lama lagi tuntas. Dan kita bisa luncurkan program ini awal 2022. Harapannya tentu bisa mendorong spirit kewirausahaan kaum perempuan sehingga bisa ikut memulihkan ekonomi,” ujar Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Selasa (9/11).

Skema yang dibahas itu di antaranya terkait fokus sasaran yang diprioritaskan ke kecamatan dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di antara kecamatan lainnya.

Selain itu, untuk perempuan korban PHK akibat pandemi, perempuan kepala keluarga, serta perempuan korban kekerasan. “Sehingga beliau-beliau bisa bangkit, mandiri ekonominya, bahkan bisa membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” tutur Gus Muhdlor, sapaan akrabnya.

Nantinya para perempuan itu tidak hanya diberi bantuan modal, tetapi juga didampingi dengan pelatihan manajemen, pemasaran digital, pendampingan legalitas usaha, hingga sertifikasi usaha. Contohnya, pendampingan pemberian PIRT.

Dia mengungkapkan, penerima KURMA nantinya juga diberi Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sisi perizinan. Meskipun tergolong usaha ultra mikro tetap memiliki legalitas izin usaha. Sehingga ke depan bisa mengakses berbagai program pemerintah lainnya yang selalu mensyaratkan adanya NIB.

Dirinya berharap KURMA sebagai instrumen pemulihan ekonomi sekaligus melindungi warga dari jerat pinjol ilegal yang kini marak dikeluhkan. Program KURMA akan menyediakan bantuan modal Rp 5-50 juta untuk para perempuan alias emak-emak.

”Jangan sampai warga ingin berwirausaha tapi mengakses pinjol ilegal dengan bunga mengerikan, dengan skema bunga berbunga yang mencekik. Saya tidak mau warga Sidoarjo mengalami hal itu. Maka kita siapkan program KURMA ini,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Situs pinjaman online (pinjol) ilegal sempat meresahkan masyarakat. Pemkab Sidoarjo tidak ingin warganya ikut terjerat tipu daya pinjol ilegal tersebut. Maka dari itu pemkab berupaya segera mematangkan skema penyaluran Kartu Usaha Perempuan Mandiri (KURMA).

“Sekarang sedang kita finalisasi skemanya. Tidak lama lagi tuntas. Dan kita bisa luncurkan program ini awal 2022. Harapannya tentu bisa mendorong spirit kewirausahaan kaum perempuan sehingga bisa ikut memulihkan ekonomi,” ujar Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Selasa (9/11).

Skema yang dibahas itu di antaranya terkait fokus sasaran yang diprioritaskan ke kecamatan dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di antara kecamatan lainnya.

Selain itu, untuk perempuan korban PHK akibat pandemi, perempuan kepala keluarga, serta perempuan korban kekerasan. “Sehingga beliau-beliau bisa bangkit, mandiri ekonominya, bahkan bisa membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” tutur Gus Muhdlor, sapaan akrabnya.

Nantinya para perempuan itu tidak hanya diberi bantuan modal, tetapi juga didampingi dengan pelatihan manajemen, pemasaran digital, pendampingan legalitas usaha, hingga sertifikasi usaha. Contohnya, pendampingan pemberian PIRT.

Dia mengungkapkan, penerima KURMA nantinya juga diberi Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sisi perizinan. Meskipun tergolong usaha ultra mikro tetap memiliki legalitas izin usaha. Sehingga ke depan bisa mengakses berbagai program pemerintah lainnya yang selalu mensyaratkan adanya NIB.

Dirinya berharap KURMA sebagai instrumen pemulihan ekonomi sekaligus melindungi warga dari jerat pinjol ilegal yang kini marak dikeluhkan. Program KURMA akan menyediakan bantuan modal Rp 5-50 juta untuk para perempuan alias emak-emak.

”Jangan sampai warga ingin berwirausaha tapi mengakses pinjol ilegal dengan bunga mengerikan, dengan skema bunga berbunga yang mencekik. Saya tidak mau warga Sidoarjo mengalami hal itu. Maka kita siapkan program KURMA ini,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/