alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Pedagang Pasar di Sidoarjo Masih Kesulitan Dapatkan Minyak Goreng Murah 

SIDOARJO – Pedagang kelontong pasar tradisional di Sidoarjo butuh gerak cepat dari dinas terkait. Pasalnya mereka masih kesulitan mendapat stok minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

HET minyak curah sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14 ribu per liter. Harga tersebut mulai berlaku per 1 Februari 2022.

Bahkan dengan mahalnya pasokan minyak goreng yang didapat pedagang pasar tradisional saat ini, begitu stok habis pedagang sengaja tidak buru-buru mengisi kekosongan stok tersebut.

Seperti Nining, pedagang sembako di Pasar Gedangan. Sepekan sudah, stok minyak goreng di tokonya habis. Dirinya mengatakan harga “kulak” minyak goreng di pasar tradisional masih mahal. “Saya biarkan kosong. Takut kalau beli, ketimpangan harga. Harga beli dari distributor kemasan 2 liter masih Rp 36-37 ribu,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (8/1).

Kepala Pasar Gedangan Mat Komari membenarkan bahwa kondisi itu juga terjadi untuk pedagang minyak goreng curah. Stok sudah kosong tiga hari. Berdasarkan keterangan pedagang, susah mendapat distribusi minyak goreng curah belakangan ini.

Hanya tersisa satu toko sembako yang punya stok minyak goreng lumayan banyak.

“Saya pantau tadi harganya Rp 16 ribu kemasan botol 1 liter,” ungkapnya.

Dikonfirmasi tentang kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Tjarda membenarkan langkanya minyak di pasar tradisional. Dirinya menargetkan stok minyak goreng di pasar tradisional dalam waktu dekat harus mulai terisi.

“Sekarang masih susah mendapatkan itu. Kosong. Saya list agar pedagang bisa mendapatkan stok minyak itu. Langsung dari produsen,” tegasnya.

Harga beli yang dipatok dari produsen ke pedagang Rp 10.500 per liter. Sehingga pedagang bisa menjual ke konsumen Rp 11.500 sesuai ketentuan dari Kemendag.

Selain itu, Tjarda mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi intens dengan Bulog. Nantinya minyak goreng curah akan didistribusikan ke pasar tradisional. Dengan upaya tersebut, diharapkan minyak goreng kemasan di ritel tidak cepat habis diborong. Harga minyak goreng di pasar tradisional kemarin rata rata Rp 20 ribu per liter. Seperti di Pasar Porong, Larangan dan Pasar Taman. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Pedagang kelontong pasar tradisional di Sidoarjo butuh gerak cepat dari dinas terkait. Pasalnya mereka masih kesulitan mendapat stok minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

HET minyak curah sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14 ribu per liter. Harga tersebut mulai berlaku per 1 Februari 2022.

Bahkan dengan mahalnya pasokan minyak goreng yang didapat pedagang pasar tradisional saat ini, begitu stok habis pedagang sengaja tidak buru-buru mengisi kekosongan stok tersebut.

Seperti Nining, pedagang sembako di Pasar Gedangan. Sepekan sudah, stok minyak goreng di tokonya habis. Dirinya mengatakan harga “kulak” minyak goreng di pasar tradisional masih mahal. “Saya biarkan kosong. Takut kalau beli, ketimpangan harga. Harga beli dari distributor kemasan 2 liter masih Rp 36-37 ribu,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (8/1).

Kepala Pasar Gedangan Mat Komari membenarkan bahwa kondisi itu juga terjadi untuk pedagang minyak goreng curah. Stok sudah kosong tiga hari. Berdasarkan keterangan pedagang, susah mendapat distribusi minyak goreng curah belakangan ini.

Hanya tersisa satu toko sembako yang punya stok minyak goreng lumayan banyak.

“Saya pantau tadi harganya Rp 16 ribu kemasan botol 1 liter,” ungkapnya.

Dikonfirmasi tentang kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Tjarda membenarkan langkanya minyak di pasar tradisional. Dirinya menargetkan stok minyak goreng di pasar tradisional dalam waktu dekat harus mulai terisi.

“Sekarang masih susah mendapatkan itu. Kosong. Saya list agar pedagang bisa mendapatkan stok minyak itu. Langsung dari produsen,” tegasnya.

Harga beli yang dipatok dari produsen ke pedagang Rp 10.500 per liter. Sehingga pedagang bisa menjual ke konsumen Rp 11.500 sesuai ketentuan dari Kemendag.

Selain itu, Tjarda mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi intens dengan Bulog. Nantinya minyak goreng curah akan didistribusikan ke pasar tradisional. Dengan upaya tersebut, diharapkan minyak goreng kemasan di ritel tidak cepat habis diborong. Harga minyak goreng di pasar tradisional kemarin rata rata Rp 20 ribu per liter. Seperti di Pasar Porong, Larangan dan Pasar Taman. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/