alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Akses Informasi Mudah, Ekspor Produk Turunan Sawit ke Tiongkok

SIDOARJO – Pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 melalui ekspor semakin digencarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Kemarin (5/10) satu lagi pelaku industri di Kota Delta berhasil mengekspor produknya.

Tujuan ekspor kali ini ke Tiongkok. Berupa crude glycerine. Yakni, salah satu produk turunan kelapa sawit sebanyak 30 ton. Sebelumnya IKM asal Desa Pepe Kecamatan Sedati itu berhasil ekspor bumbu pecel ke Afrika Selatan. Selain itu, keripik bolu ketan mendut buatan warga Kecamatan Waru, juga diekspor ke Turki.

Eksportir produk kelapa sawit, Rony Oktavian Anggoro mengatakan, dengan kemudahan akses informasi, proses ekspor semakin mudah. Bahkan, dia mendapat calon pembeli juga melalui market place internasional yang dicari di internet. “Informasi sudah banyak tersebar di internet. Mereka butuh apa, kami tawarkan,” katanya.

Bahkan proses penjajakan kerjasama tersebut dilakukan via daring. Ketika ada sambutan baik dari calon pembeli, Rony bergegas menghubungi dinas terkait. “Saya ke Disperindag dan ekspor center milik Kemendag di Surabaya. Dibantu semua proses perizinannya,” jelasnya.

Apalagi, jika ingin melakukan ekspor tidak harus menjadi produsen. Seperti dirinya. Dalam ekspor kali ini, Rony bekerjasama dengan rekanan. “Bahan yang diekspor adalah hasil kerjasama,” ungkapnya.

Lalu mengapa pilih Tiongkok? “Secara armada lebih mudah dan biaya ekspor lebih terjangkau,” tegasnya.

Akhir bulan ini, Rony akan kembali mengekspor 100 ton palm acit oil, yang merupakan produk turunan kelapa sawit lainnya.

Pengelola Distribusi dan Pemasaran Seksi Pembinaan, Distribusi dan Pemasaran Disperindag Sidoarjo Ary Miftakhul Huda mengatakan, keberhasilan industri di Sidoarjo melakukan ekspor, diharapkan mampu motivasi pelaku industri lainnya agar mengembangkan pangsa pasar mancanegara.

Apalagi menurutnya, instansi perpanjangan tangan dari Kemendag, yakni Ekspor Center satu-satunya di Indonesia ada di Surabaya, bisa dimanfaatkan. “Pelaku industri bisa mendapatkan informasi dan pendampingan sampai bisa ekspor,” pungkasnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 melalui ekspor semakin digencarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Kemarin (5/10) satu lagi pelaku industri di Kota Delta berhasil mengekspor produknya.

Tujuan ekspor kali ini ke Tiongkok. Berupa crude glycerine. Yakni, salah satu produk turunan kelapa sawit sebanyak 30 ton. Sebelumnya IKM asal Desa Pepe Kecamatan Sedati itu berhasil ekspor bumbu pecel ke Afrika Selatan. Selain itu, keripik bolu ketan mendut buatan warga Kecamatan Waru, juga diekspor ke Turki.

Eksportir produk kelapa sawit, Rony Oktavian Anggoro mengatakan, dengan kemudahan akses informasi, proses ekspor semakin mudah. Bahkan, dia mendapat calon pembeli juga melalui market place internasional yang dicari di internet. “Informasi sudah banyak tersebar di internet. Mereka butuh apa, kami tawarkan,” katanya.

Bahkan proses penjajakan kerjasama tersebut dilakukan via daring. Ketika ada sambutan baik dari calon pembeli, Rony bergegas menghubungi dinas terkait. “Saya ke Disperindag dan ekspor center milik Kemendag di Surabaya. Dibantu semua proses perizinannya,” jelasnya.

Apalagi, jika ingin melakukan ekspor tidak harus menjadi produsen. Seperti dirinya. Dalam ekspor kali ini, Rony bekerjasama dengan rekanan. “Bahan yang diekspor adalah hasil kerjasama,” ungkapnya.

Lalu mengapa pilih Tiongkok? “Secara armada lebih mudah dan biaya ekspor lebih terjangkau,” tegasnya.

Akhir bulan ini, Rony akan kembali mengekspor 100 ton palm acit oil, yang merupakan produk turunan kelapa sawit lainnya.

Pengelola Distribusi dan Pemasaran Seksi Pembinaan, Distribusi dan Pemasaran Disperindag Sidoarjo Ary Miftakhul Huda mengatakan, keberhasilan industri di Sidoarjo melakukan ekspor, diharapkan mampu motivasi pelaku industri lainnya agar mengembangkan pangsa pasar mancanegara.

Apalagi menurutnya, instansi perpanjangan tangan dari Kemendag, yakni Ekspor Center satu-satunya di Indonesia ada di Surabaya, bisa dimanfaatkan. “Pelaku industri bisa mendapatkan informasi dan pendampingan sampai bisa ekspor,” pungkasnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/