alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Kadin Usulkan Perizinan Jemput Bola untuk Calon Investor Minimarket

SIDOARJO – Desakan moraturium dari Komisi A DPRD Sidoarjo terkait keberadaan minimarket mendapat respons dari pengusaha di Sidoarjo. Pemerintah diharapan justru lebih mempermudah perizinan ketimbang moraturium.

Hal itu diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo, Ahmad Roid, Jumat (2/4). “Moratorium dalam bentuk pembatasan jumlah gerai dengan merk yang sama saya setuju. Tapi kalau moratorium untuk semua jenis minimarket karena banyak yang tidak berijin, saya tidak setuju,” katanya.

Roid menjabarkan, pendapat itu juga bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, hal itu lebih menyangkut pemerataan kesempatan berusaha bagi warga ataupun badan usaha.

Kondisi pandemi Covid -19 tentunya memaksa masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang. Mereka cenderung lebih mengutamakan belanja kepada kebutuhan primer. “Kesempatan itu membuat banyak UMKM perorangan atau pelaku usaha banting setir ke penjualan barang – barang ritel. Atau buka minimarket,” imbuhnya.

Karena, lanjut Roid, bidang inilah yang lebih bisa survive ditengah pandemi Covid. Soal perizinan, tentunya rekan rekan ritel atau minimarket apalagi yang baru masih kesulitan dalam mengurus perizinan. Walaupun saat ini sudah ada perizinan online.

Roid menyarankan, masalah perizinan itu dapat dituntaskan dengan Pemkab yang lebih aktif ke bawah. Misalnya dengan jemput bola turun ke desa – desa. “Jadi bukan moraturium,” tegasnya.

Sehingga diharapkan ekonomi di Sidoarjo tetap bisa berputar. Masyarakat dari kalangan bawah hingga atas tetap bisa dengan mudah melakukan usaha.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Komisi A DPRD Sidoarjo terpaksa mendesak adanya moraturium lantaran banyaknya minimarket yang ilegal di Sidoarjo. Kabid perizinan usaha DPMPTSP Heru Prasetyo menguraikan, dalam catatanya terdapat 583 minimarket yang beroperasi di Sidoarjo. Terdiri dari 373 yang telah mengantongi izin dan 210 yang masih proses atau belum tuntas masalah perizinan.

Heru merincikan, untuk Indomaret ada 260 unit yang sudah berizin sedangkan yang berproses ada 75 unit. Untuk Alfamidi ada 33 yang berizin dan 15 yang belum. Serta untuk Alfamaret ada 80 yang sudah berizin sementara yang belum ada 120 unit. (son/opi)

SIDOARJO – Desakan moraturium dari Komisi A DPRD Sidoarjo terkait keberadaan minimarket mendapat respons dari pengusaha di Sidoarjo. Pemerintah diharapan justru lebih mempermudah perizinan ketimbang moraturium.

Hal itu diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo, Ahmad Roid, Jumat (2/4). “Moratorium dalam bentuk pembatasan jumlah gerai dengan merk yang sama saya setuju. Tapi kalau moratorium untuk semua jenis minimarket karena banyak yang tidak berijin, saya tidak setuju,” katanya.

Roid menjabarkan, pendapat itu juga bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, hal itu lebih menyangkut pemerataan kesempatan berusaha bagi warga ataupun badan usaha.

Kondisi pandemi Covid -19 tentunya memaksa masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang. Mereka cenderung lebih mengutamakan belanja kepada kebutuhan primer. “Kesempatan itu membuat banyak UMKM perorangan atau pelaku usaha banting setir ke penjualan barang – barang ritel. Atau buka minimarket,” imbuhnya.

Karena, lanjut Roid, bidang inilah yang lebih bisa survive ditengah pandemi Covid. Soal perizinan, tentunya rekan rekan ritel atau minimarket apalagi yang baru masih kesulitan dalam mengurus perizinan. Walaupun saat ini sudah ada perizinan online.

Roid menyarankan, masalah perizinan itu dapat dituntaskan dengan Pemkab yang lebih aktif ke bawah. Misalnya dengan jemput bola turun ke desa – desa. “Jadi bukan moraturium,” tegasnya.

Sehingga diharapkan ekonomi di Sidoarjo tetap bisa berputar. Masyarakat dari kalangan bawah hingga atas tetap bisa dengan mudah melakukan usaha.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Komisi A DPRD Sidoarjo terpaksa mendesak adanya moraturium lantaran banyaknya minimarket yang ilegal di Sidoarjo. Kabid perizinan usaha DPMPTSP Heru Prasetyo menguraikan, dalam catatanya terdapat 583 minimarket yang beroperasi di Sidoarjo. Terdiri dari 373 yang telah mengantongi izin dan 210 yang masih proses atau belum tuntas masalah perizinan.

Heru merincikan, untuk Indomaret ada 260 unit yang sudah berizin sedangkan yang berproses ada 75 unit. Untuk Alfamidi ada 33 yang berizin dan 15 yang belum. Serta untuk Alfamaret ada 80 yang sudah berizin sementara yang belum ada 120 unit. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/