27 C
Sidoarjo
Tuesday, 28 March 2023

Penanaman Modal di Sidoarjo Capai Rp 4,87 Triliun, Paling Banyak Perdagangan

SIDOARJO – Perkembangan daerah di Sidoarjo masih menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. Terbukti sepanjang 2022, total investasi tercatat sebesar Rp 4,87 triliun. Dengan total unit usaha sebanyak 2.844 usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan, dibandingkan 2021, total investasi tahun lalu mengalami penurunan cukup signifikan. Yaitu sebesar 50,18 persen.

Meski begitu, dia optimistis tahun ini akan meningkat lagi. Sebab proses perizinan semakin mudah. Seperti untuk usaha mikro dengan risiko rendah bisa lebih cepat terbit. ”Bisa selesai dalam waktu 20 menit saja,” katanya.

Rudi menyebutkam, berdasarkan status permodalan, pergerakan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) cenderung fluktuatif. Sempat menurun dari 2017 hingga 2022.

Namun peningkatan nilai investasi total terjadi pada periode 2017 hingga 2020. Nilai investasi tertinggi terdapat pada 2018 hingga 2019. Yaitu sebesar Rp 23,83 triliun.

Rudi menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan investasi di suatu wilayah yakni kelembagaan atau tata kelola yang baik. Termasuk di dalamnya kemudahan dalam memperoleh perizinan.

Tercatat pada 2022 terdapat 1.612 izin yang diterbitkan oleh DPMPTSP. Beberapa izin yang diterbitkan terdiri atas 21 sektor industri, 28 di sektor perumahan, dan 1.561 di sektor jasa perdagangan, dan dua dari sektor lainnya. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Perkembangan daerah di Sidoarjo masih menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. Terbukti sepanjang 2022, total investasi tercatat sebesar Rp 4,87 triliun. Dengan total unit usaha sebanyak 2.844 usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan, dibandingkan 2021, total investasi tahun lalu mengalami penurunan cukup signifikan. Yaitu sebesar 50,18 persen.

Meski begitu, dia optimistis tahun ini akan meningkat lagi. Sebab proses perizinan semakin mudah. Seperti untuk usaha mikro dengan risiko rendah bisa lebih cepat terbit. ”Bisa selesai dalam waktu 20 menit saja,” katanya.

Rudi menyebutkam, berdasarkan status permodalan, pergerakan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) cenderung fluktuatif. Sempat menurun dari 2017 hingga 2022.

Namun peningkatan nilai investasi total terjadi pada periode 2017 hingga 2020. Nilai investasi tertinggi terdapat pada 2018 hingga 2019. Yaitu sebesar Rp 23,83 triliun.

Rudi menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan investasi di suatu wilayah yakni kelembagaan atau tata kelola yang baik. Termasuk di dalamnya kemudahan dalam memperoleh perizinan.

Tercatat pada 2022 terdapat 1.612 izin yang diterbitkan oleh DPMPTSP. Beberapa izin yang diterbitkan terdiri atas 21 sektor industri, 28 di sektor perumahan, dan 1.561 di sektor jasa perdagangan, dan dua dari sektor lainnya. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/