alexametrics
28 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Pembangunan 32 Unit Industri Halal Hampir Tuntas

SIDOARJO – Tahap satu pembangunan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) hampir tuntas. Fase pertama yang terdiri atas 32 unit bangunan sudah berdiri megah. Ditargetkan pada 30 September ini pembangunannya selesai.

Investor relations HIPS Safe n Lock Marcos Iwan mengatakan ada 21 unit usaha yang diminati. Dari ukuran unit paling kecil hingga unit besar. Seluruh unit usaha dilengkapi dengan pembuangan limbah dan fasilitas air bersih untuk produksi.

Peminatnya adalah pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) yang di antaranya berasal dari Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo. Mereka sudah tergabung dalam HIPS. Mayoritas produsen makanan dan minuman. Ada pula produk kecantikan.

“Sesegera mungkin operasional sekitar Oktober. Fase pertama ini menuntaskan 60 persen. Kemudian, kantor manajemen halal dan laboratorium ditargetkan selesai di triwulan ke empat tahun ini. Dilanjutkan dengan pembangunan HIPS tahap dua, kalau bisa triwulan 1 tahun 2022. Kami pastikan dulu peminatnya banyak,” katanya Kamis (2/9).

Lebih lanjut Marcos mengatakan, persiapan membuka HIPS yang berlokasi di Lingkar Timur itu, selain dari fisik, kemampuan sumber daya manusia juga terus disiapkan. Setidaknya ada 51 pelaku dari anggota HIPS diberikan bimbingan teknis penyelia halal dari Kementerian Perindustrian dan Halal Institut. “Setelah pelatihan menjadi penyelia halal, pasti ada uji kompetensi,” terangnya.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, HIPS menjadi peluang bagi Sidoarjo mendapat banyak investor. “Di dunia internasional produk halal dibutuhkan bukan hanya muslim. Tapi non muslim mengharapkan itu,” katanya

Zaini berharap HIPS Safe n Lock ini bisa menjadi kawasan industri halal terbesar di Asia Tenggara. “Indonesia bisa menyusul Thailand yang terlebih dahulu menguasai pasar halal,” harapnya.

Dia mengungkapkan, sebelum HIPS resmi beroperasi, pemkab telah membuka jalan bagi produk IKM untuk ekspor produk halal ke Jepang.

“Ekspor ke Jepang sudah jalan melalui perorangan. Produk kerupuk diekspor melalui KIH itu. Sidoarjo belum lama ini dapat tawaran lagi untuk produk karkas ayam,” terangnya.

Mantan Kepala Bappeda itu mengungkapkan Pemkab Sidoarjo terus berupaya menggiring investor besar supaya bisa tergabung dalam HIPS yang ada di Kota Delta.

“Pengusaha diberikan fasilitas lengkap. Efisiensi produk mungkin fasilitas yang disediakan gas, sehingga nanti kebutuhan itu bisa lebih efisien,” pungkasnya. (rpp/nis)

 

SIDOARJO – Tahap satu pembangunan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) hampir tuntas. Fase pertama yang terdiri atas 32 unit bangunan sudah berdiri megah. Ditargetkan pada 30 September ini pembangunannya selesai.

Investor relations HIPS Safe n Lock Marcos Iwan mengatakan ada 21 unit usaha yang diminati. Dari ukuran unit paling kecil hingga unit besar. Seluruh unit usaha dilengkapi dengan pembuangan limbah dan fasilitas air bersih untuk produksi.

Peminatnya adalah pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) yang di antaranya berasal dari Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo. Mereka sudah tergabung dalam HIPS. Mayoritas produsen makanan dan minuman. Ada pula produk kecantikan.

“Sesegera mungkin operasional sekitar Oktober. Fase pertama ini menuntaskan 60 persen. Kemudian, kantor manajemen halal dan laboratorium ditargetkan selesai di triwulan ke empat tahun ini. Dilanjutkan dengan pembangunan HIPS tahap dua, kalau bisa triwulan 1 tahun 2022. Kami pastikan dulu peminatnya banyak,” katanya Kamis (2/9).

Lebih lanjut Marcos mengatakan, persiapan membuka HIPS yang berlokasi di Lingkar Timur itu, selain dari fisik, kemampuan sumber daya manusia juga terus disiapkan. Setidaknya ada 51 pelaku dari anggota HIPS diberikan bimbingan teknis penyelia halal dari Kementerian Perindustrian dan Halal Institut. “Setelah pelatihan menjadi penyelia halal, pasti ada uji kompetensi,” terangnya.

Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, HIPS menjadi peluang bagi Sidoarjo mendapat banyak investor. “Di dunia internasional produk halal dibutuhkan bukan hanya muslim. Tapi non muslim mengharapkan itu,” katanya

Zaini berharap HIPS Safe n Lock ini bisa menjadi kawasan industri halal terbesar di Asia Tenggara. “Indonesia bisa menyusul Thailand yang terlebih dahulu menguasai pasar halal,” harapnya.

Dia mengungkapkan, sebelum HIPS resmi beroperasi, pemkab telah membuka jalan bagi produk IKM untuk ekspor produk halal ke Jepang.

“Ekspor ke Jepang sudah jalan melalui perorangan. Produk kerupuk diekspor melalui KIH itu. Sidoarjo belum lama ini dapat tawaran lagi untuk produk karkas ayam,” terangnya.

Mantan Kepala Bappeda itu mengungkapkan Pemkab Sidoarjo terus berupaya menggiring investor besar supaya bisa tergabung dalam HIPS yang ada di Kota Delta.

“Pengusaha diberikan fasilitas lengkap. Efisiensi produk mungkin fasilitas yang disediakan gas, sehingga nanti kebutuhan itu bisa lebih efisien,” pungkasnya. (rpp/nis)

 

Most Read

Berita Terbaru


/