alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 28 January 2022

Nilai Investasi di Sidoarjo Tunjukkan Tren Positif

SIDOARJO – Nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo menunjukan tren positif selama 2021. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo mencatat investasi akumulatif dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 6,03 triliun.

Rinciannya pada triwulan satu mencapai Rp 3,397 triliun. Pada triwulan dua senilai Rp 1,16 triliun. Kemudian pada triwulan ketiga senilai Rp 1,47 triliun. Tahun ini Sidoarjo menargetkan nilai investasi bisa tembus Rp 7 triliun.

Dengan realisasi yang cukup memuaskan hingga triwulan tiga, itu artinya pada triwulan empat tahun ini Sidoarjo berpeluang mencapai target tersebut. Untuk mengetahui total capaian investasi, pemkab menunggu rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi DPMPTSP Sidoarjo Wahyu Herison Made mengatakan, pelaporan realisasi investasi saat ini berbeda dari sebelumnya. “Jika dulu dari pemkab ke pusat, sekarang berbeda. Berdasar rilis BKPM, ada variabel tersendiri yang dipakai menilai realisasi investasi,” katanya, Kamis (2/12).

Maka dari itu pemkab mendorong agar pelaku usaha mengupdate pelaporan rutin dan faktual. Jika ada investasi baru, harus segera diunggah ke sistem Laporan Keuangan Penanaman Modal (LKPM). DPMPTSP mendorong pelaku usaha melaporkan data real.

“Langkahnya kita turun ke lapangan, pendampingan pelaporan. Berdasarkan catatan kita itu turun. Upaya pelaporan supaya dengan mereka melaporkan real. Itu memengaruhi nilai investasi kita dari BKPM,” ujarnya.

Lebih lanjut Herison menegaskan, meningkatnya realisasi investasi didukung sinergitas keseluruhan pimpinan, perangkat daerah yang orientasinya menarik investasi. “Kerjasama OPD dalam menciptakan iklim usaha yang baik. Dari proses perizinan, semuanya mendukung,” jelasnya.

Selain itu sistem investasi Sidoarjo yang diciptakan dengan Sippadu memberikan akses, transparansi proses kemudian mudah semua sudah online.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan investasi sangat penting untuk pemulihan ekonomi saat ini. Semakin banyak investasi masuk, tentu ada penyerapan lapangan kerja untuk warga. “Semua kita perbaiki sebagai penopang gerak pemulihan ekonomi berbasis investasi,” paparnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo menunjukan tren positif selama 2021. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo mencatat investasi akumulatif dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 6,03 triliun.

Rinciannya pada triwulan satu mencapai Rp 3,397 triliun. Pada triwulan dua senilai Rp 1,16 triliun. Kemudian pada triwulan ketiga senilai Rp 1,47 triliun. Tahun ini Sidoarjo menargetkan nilai investasi bisa tembus Rp 7 triliun.

Dengan realisasi yang cukup memuaskan hingga triwulan tiga, itu artinya pada triwulan empat tahun ini Sidoarjo berpeluang mencapai target tersebut. Untuk mengetahui total capaian investasi, pemkab menunggu rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi DPMPTSP Sidoarjo Wahyu Herison Made mengatakan, pelaporan realisasi investasi saat ini berbeda dari sebelumnya. “Jika dulu dari pemkab ke pusat, sekarang berbeda. Berdasar rilis BKPM, ada variabel tersendiri yang dipakai menilai realisasi investasi,” katanya, Kamis (2/12).

Maka dari itu pemkab mendorong agar pelaku usaha mengupdate pelaporan rutin dan faktual. Jika ada investasi baru, harus segera diunggah ke sistem Laporan Keuangan Penanaman Modal (LKPM). DPMPTSP mendorong pelaku usaha melaporkan data real.

“Langkahnya kita turun ke lapangan, pendampingan pelaporan. Berdasarkan catatan kita itu turun. Upaya pelaporan supaya dengan mereka melaporkan real. Itu memengaruhi nilai investasi kita dari BKPM,” ujarnya.

Lebih lanjut Herison menegaskan, meningkatnya realisasi investasi didukung sinergitas keseluruhan pimpinan, perangkat daerah yang orientasinya menarik investasi. “Kerjasama OPD dalam menciptakan iklim usaha yang baik. Dari proses perizinan, semuanya mendukung,” jelasnya.

Selain itu sistem investasi Sidoarjo yang diciptakan dengan Sippadu memberikan akses, transparansi proses kemudian mudah semua sudah online.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menegaskan investasi sangat penting untuk pemulihan ekonomi saat ini. Semakin banyak investasi masuk, tentu ada penyerapan lapangan kerja untuk warga. “Semua kita perbaiki sebagai penopang gerak pemulihan ekonomi berbasis investasi,” paparnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru