alexametrics
31 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Perluas Pasar, Perbanyak Variasi Produk

SIDOARJO – Produk yang dihasilkan dari sentra industri berbasis desa di Kabupaten Sidoarjo, sudah mampu bersaing dengan produk buatan pabrik-pabrik besar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) bisa terus berinovasi menghasilkan lebih banyak variasi produk.

Kepala Bidang Industri Disperindag Sidoarjo Agus Darsono menjelaskan semakin banyak varian, maka semakin luas pasar yang bisa dijangkau sesuai dengan permintaan konsumen. “Sehingga makin banyak kerjasama dengan industri besar yang terjalin,” katanya.

Seperti di Kampung Logam Ngingas, merupakan salah satu pemasok komponen bagi perusahaan-perusahaan manufaktur besar di Indonesia. Berbagai produk unggulan yang dihasilkan, antara lain mesin pertanian, peralatan rumah tangga, komponen listrik dan telekomunikasi serta suku cadang kendaraan bermotor.

Di sentra logam Ngingas terdapat sekitar 300 unit usaha. Keberadaan sentra yang sudah ada sejak tahun 1930-an ini terus memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Agus menjelaskan pemberian pelatihan dan pendampingan pada IKM terus diberikan agar mereka mengembangkan produksi dari berbagai macam produk berbasis logam seperti tungku kompor gas, perkakas rumah tangga, serta komponen kendaraan. Kemudian fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditujukan bagi para SDM IKM.

“Semua ini dilakukan agar sentra industri berbasis desa tetap eksis ditengah persaingan dengan industri besar,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BUMDES Ngingas, Zainuddin menjelaskan inovasi terus dilakukan perajin IKM. Terbaru, mereka memproduksi insinerator.

Mesin pembakar sampah itu telah mendapat pengakuan. Insinerator produksi pandai besi di Desa Ngingas telah lolos uji emisi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Pesanan mulai berdatangan dari Sidoarjo sampai Maluku,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Produk yang dihasilkan dari sentra industri berbasis desa di Kabupaten Sidoarjo, sudah mampu bersaing dengan produk buatan pabrik-pabrik besar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) bisa terus berinovasi menghasilkan lebih banyak variasi produk.

Kepala Bidang Industri Disperindag Sidoarjo Agus Darsono menjelaskan semakin banyak varian, maka semakin luas pasar yang bisa dijangkau sesuai dengan permintaan konsumen. “Sehingga makin banyak kerjasama dengan industri besar yang terjalin,” katanya.

Seperti di Kampung Logam Ngingas, merupakan salah satu pemasok komponen bagi perusahaan-perusahaan manufaktur besar di Indonesia. Berbagai produk unggulan yang dihasilkan, antara lain mesin pertanian, peralatan rumah tangga, komponen listrik dan telekomunikasi serta suku cadang kendaraan bermotor.

Di sentra logam Ngingas terdapat sekitar 300 unit usaha. Keberadaan sentra yang sudah ada sejak tahun 1930-an ini terus memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Agus menjelaskan pemberian pelatihan dan pendampingan pada IKM terus diberikan agar mereka mengembangkan produksi dari berbagai macam produk berbasis logam seperti tungku kompor gas, perkakas rumah tangga, serta komponen kendaraan. Kemudian fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditujukan bagi para SDM IKM.

“Semua ini dilakukan agar sentra industri berbasis desa tetap eksis ditengah persaingan dengan industri besar,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BUMDES Ngingas, Zainuddin menjelaskan inovasi terus dilakukan perajin IKM. Terbaru, mereka memproduksi insinerator.

Mesin pembakar sampah itu telah mendapat pengakuan. Insinerator produksi pandai besi di Desa Ngingas telah lolos uji emisi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Pesanan mulai berdatangan dari Sidoarjo sampai Maluku,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/