alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Nilai Investasi Ditarget Naik, Komisi B DPRD Nilai Perlu Ada Pemetaan

SIDOARJO – Iklim investasi di Sidoarjo menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Setiap tahun selalu ada peningkatan nilai investasi. Tahun depan pun ditarget untuk meningkat sebanyak 1,25 persen.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sudjalil mengatakan, posisi Sidoarjo sangat strategis. Yakni, memiliki akses transportasi dan ketersediaan tenaga kerja yang besar. Hal tersebut menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para investor.

Baik untuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Berdasarkan data,  jumlah investor PMA dan PMDN di Sidoarjo dari 2016 hingga 2020 terus meningkat. Pada 2016 sebesar 5.442 investor kemudian mengalami kenaikan yang signifikan pada  2017 menjadi 7.628 investor. Namun, pada 2018 terjadi penurunan menjadi 5.741 investor.

Setelah itu terus mengalami kenaikan berturut-turut yakni 6.367 investor pada 2019 dan 7.025 investor pada 2020. Sedangkan tahun lalu tercatat ada 162 investor baru yang masuk ke Kota Delta.

Peningkatan jumlah investor tersebut membuat nilai investasi juga terus meningkat. Pasa 2020 ada peningkatan 0,81 persen, sedangkan 2021 meningkat 0,92 persen.

“Tahun ini targetnya meningkat 1,25 persen,” katanya.

Menurut politikus PDIP tersebut, untuk urusan investasi Pemkab Sidoarjo perlu melakukan reformasi birokrasi dan mendorong iklim investasi. Terutama investasi domestik. Caranya dengan mempermudah akses perizinan investasi.

“Itu akan menarik banyak investor domestik,” imbuhnya.

Selain itu pemetaan atau road map investasi juga perlu dilakukan untuk mengidentifikasi bidang-bidang unggulan yang memerlukan dorongan investasi.

Sudjalil menyebut investasi sangat penting untuk pemulihan ekonomi. Semakin banyak investasi masuk, tentu ada penyerapan lapangan kerja untuk warga.

“Terus berbenah untuk mewujudkan keinginan membangun ekosistem investasi berkelas dunia,” ujarnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Iklim investasi di Sidoarjo menunjukkan perkembangan yang terus membaik. Setiap tahun selalu ada peningkatan nilai investasi. Tahun depan pun ditarget untuk meningkat sebanyak 1,25 persen.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Sudjalil mengatakan, posisi Sidoarjo sangat strategis. Yakni, memiliki akses transportasi dan ketersediaan tenaga kerja yang besar. Hal tersebut menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para investor.

Baik untuk Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Berdasarkan data,  jumlah investor PMA dan PMDN di Sidoarjo dari 2016 hingga 2020 terus meningkat. Pada 2016 sebesar 5.442 investor kemudian mengalami kenaikan yang signifikan pada  2017 menjadi 7.628 investor. Namun, pada 2018 terjadi penurunan menjadi 5.741 investor.

Setelah itu terus mengalami kenaikan berturut-turut yakni 6.367 investor pada 2019 dan 7.025 investor pada 2020. Sedangkan tahun lalu tercatat ada 162 investor baru yang masuk ke Kota Delta.

Peningkatan jumlah investor tersebut membuat nilai investasi juga terus meningkat. Pasa 2020 ada peningkatan 0,81 persen, sedangkan 2021 meningkat 0,92 persen.

“Tahun ini targetnya meningkat 1,25 persen,” katanya.

Menurut politikus PDIP tersebut, untuk urusan investasi Pemkab Sidoarjo perlu melakukan reformasi birokrasi dan mendorong iklim investasi. Terutama investasi domestik. Caranya dengan mempermudah akses perizinan investasi.

“Itu akan menarik banyak investor domestik,” imbuhnya.

Selain itu pemetaan atau road map investasi juga perlu dilakukan untuk mengidentifikasi bidang-bidang unggulan yang memerlukan dorongan investasi.

Sudjalil menyebut investasi sangat penting untuk pemulihan ekonomi. Semakin banyak investasi masuk, tentu ada penyerapan lapangan kerja untuk warga.

“Terus berbenah untuk mewujudkan keinginan membangun ekosistem investasi berkelas dunia,” ujarnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/