alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Sesuaikan Program Pembelajaran dengan Kebutuhan Siswa

Kurikulum Merdeka Belajar perlahan mulai diterapkan. Termasuk di Sekolah Luar Biasa (SLB). Salah satunya dengan menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan siswa. Konsep tersebut telah diterapkan di SLB Putra Harapan, Kecamatan Waru.

Kepada SLB Putra Harapan, Ninik Sri Kunmalawati mengatakan, penyesuaian kurikulum terhadap kebutuhan siswa memang sudah diterapkan. Tujuannya agar para siswa dapat berkembang secara maksimal dalam belajar.

“Sebenarnya tujuan utama sekolah luar biasa itu adalah kemandirian. Sehingga jika nanti sudah lulus, mereka bisa berkarya,” katanya.

Mekanisme pembelajarannya pun telah disesuaikan. Dimana calon siswa yang datang ke sekolah akan diasesmen diagnostik. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan yang sudah dikuasi dan kemampuan yang akan dikembangkan nantinya.

Setelah siswa masuk ke sekolah, maka akan dibuatkan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya jika ada siswa yang motoriknya dinilai kurang bagus, maka motoriknya yang akan dikembangkan. Begitu pula seterusnya.

“Jika ada motoriknya yang bagus tapi bicaranya yang kurang, maka bicaranya yang akan kami fokuskan. Maka pelayanan kami adalah sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sementara bagi yang sudah menginjak SMP dan SMA, maka yang akan dikembangkan adalah pendidikan vokasi. “Kalau disini lebih ke pembuatan souvenir. Seperti membuat pot dari handuk bekas dan semen. Kami bersyukur penjualannya luar biasa,” jelasnya. (far/vga)

Kurikulum Merdeka Belajar perlahan mulai diterapkan. Termasuk di Sekolah Luar Biasa (SLB). Salah satunya dengan menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan siswa. Konsep tersebut telah diterapkan di SLB Putra Harapan, Kecamatan Waru.

Kepada SLB Putra Harapan, Ninik Sri Kunmalawati mengatakan, penyesuaian kurikulum terhadap kebutuhan siswa memang sudah diterapkan. Tujuannya agar para siswa dapat berkembang secara maksimal dalam belajar.

“Sebenarnya tujuan utama sekolah luar biasa itu adalah kemandirian. Sehingga jika nanti sudah lulus, mereka bisa berkarya,” katanya.

Mekanisme pembelajarannya pun telah disesuaikan. Dimana calon siswa yang datang ke sekolah akan diasesmen diagnostik. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan yang sudah dikuasi dan kemampuan yang akan dikembangkan nantinya.

Setelah siswa masuk ke sekolah, maka akan dibuatkan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya jika ada siswa yang motoriknya dinilai kurang bagus, maka motoriknya yang akan dikembangkan. Begitu pula seterusnya.

“Jika ada motoriknya yang bagus tapi bicaranya yang kurang, maka bicaranya yang akan kami fokuskan. Maka pelayanan kami adalah sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sementara bagi yang sudah menginjak SMP dan SMA, maka yang akan dikembangkan adalah pendidikan vokasi. “Kalau disini lebih ke pembuatan souvenir. Seperti membuat pot dari handuk bekas dan semen. Kami bersyukur penjualannya luar biasa,” jelasnya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/