alexametrics
28 C
Sidoarjo
Sunday, 3 July 2022

Perlu Gencarkan Sosialisasi Cabor Tinju di Sidoarjo

Potensi prestasi cabang olahraga tinju di Sidoarjo sangat terbuka lebar. Sayangnya, pencarian bibit petinju baru masih dinilai cukup sulit. Sehingga diperlukan sebuah solusi agar regenerasi petinju Sidoarjo terus berjalan.

Salah satu pelatih tinju Sidoarjo, Moch Komar mengatakan, pencarian bibit baru petinju Sidoarjo memang tidak gampang. Menurutnya, itu terjadi karena sosialisasi cabang olahraga tinju dinilai masih sangat kurang. Dukungan orang tua sebagai atlet juga kurang.

“Di samping itu alat kelengkapan berlatih milik Pertina juga masih kurang. Kecuali sasana milik Amfibi atau Arhanud,” katanya, Jumat (27/5).

Nah, saat atlet senior mengikuti training center di sasana amfibi atau Arhanud, maka atlet muda sudah tak ada yang menangani lagi. Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak menggelar latihan. Sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih gencar lagi.

Komar mengatakan, sosialisasi tersebut bisa dilakukan di sekolah mulai tingkat menengah pertama hingga menengah atas. Di samping itu, ketersediaan alat berlatih juga dinilai perlu ditambah dan dilengkapi. Misalnya ring tinju, samsak dan sejumlah alat lainnya.

Komar meyakinkan cabor tinju di Sidoarjo dapat meraih medali. Terlebih atlet yang dikirim juga lebih banyak dan lebih baik di banding daerah lain. Terlebih lagi dalam waktu dekat ada agenda besar seperti Porprov 2022. (far/vga)

 

Potensi prestasi cabang olahraga tinju di Sidoarjo sangat terbuka lebar. Sayangnya, pencarian bibit petinju baru masih dinilai cukup sulit. Sehingga diperlukan sebuah solusi agar regenerasi petinju Sidoarjo terus berjalan.

Salah satu pelatih tinju Sidoarjo, Moch Komar mengatakan, pencarian bibit baru petinju Sidoarjo memang tidak gampang. Menurutnya, itu terjadi karena sosialisasi cabang olahraga tinju dinilai masih sangat kurang. Dukungan orang tua sebagai atlet juga kurang.

“Di samping itu alat kelengkapan berlatih milik Pertina juga masih kurang. Kecuali sasana milik Amfibi atau Arhanud,” katanya, Jumat (27/5).

Nah, saat atlet senior mengikuti training center di sasana amfibi atau Arhanud, maka atlet muda sudah tak ada yang menangani lagi. Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak menggelar latihan. Sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih gencar lagi.

Komar mengatakan, sosialisasi tersebut bisa dilakukan di sekolah mulai tingkat menengah pertama hingga menengah atas. Di samping itu, ketersediaan alat berlatih juga dinilai perlu ditambah dan dilengkapi. Misalnya ring tinju, samsak dan sejumlah alat lainnya.

Komar meyakinkan cabor tinju di Sidoarjo dapat meraih medali. Terlebih atlet yang dikirim juga lebih banyak dan lebih baik di banding daerah lain. Terlebih lagi dalam waktu dekat ada agenda besar seperti Porprov 2022. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/