alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Butuh Perhatian Penemuan Cagar Budaya

Keberadaan berbagai peninggalan masa lalu di Sidoarjo kerap ditemukan warga tanpa sengaja. Misalnya sumur kuno dan berbagai material bangunan seperti batu bata, lumpang, struktur bangunan hingga uang kuno.

Pegiat cagar budaya Agus Mulyono mengatakan, keberadaan peninggalan masa lalu tersebut memang kerap ditemukan warga. Mulai di tengah sawah, area pemakaman hingga di area pekarangan rumah warga.

“Akan tetapi banyak yang tidak peduli. Warga yang tidak tahu mengira jika hal itu hanya benda biasa. Padahal itu mungkin saja memiliki nilai sejarah,” katanya, Minggu (26/4).

Hal tersebut membuat dirinya tergerak untuk menjelajahi berbagai wilayah Sidoarjo. Sejak 2010 silam, dirinya bersama beberapa pecinta cagar budaya lainnya bergerak ke sejumlah tempat. Tujuannya tak lain untuk melestarikan peninggalan masa lalu.

Pria yang kerap disapa Mbah Mulo tersebut menjelaskan, peninggalan semacam itu memang banyak ditemukan di Sidoarjo. Hal itu bukan tanpa asalan. Sebab Sidoarjo sejak dahulu dikenal dengan wilayah kerajaan, seperti Jenggolo.

“Memang banyak benda kuno. Misalnya di Desa Wonokalang Wonoayu ada batu lumpang. Ada juga benda yang biasa ada di dapur masyarakat dahulu,” imbuhnya.

Pria yang juga pendiri Museum Kreweng itu berharap, agar penemuan peninggalan masa lalu mendapat perhatian. Pihaknya akan terus bergerak untuk menelusuri jejak peradaban masa lalu di Sidoarjo. “Kalau enggak ada yang peduli maka akan hilang,” jelasnya. (far/vga)

Keberadaan berbagai peninggalan masa lalu di Sidoarjo kerap ditemukan warga tanpa sengaja. Misalnya sumur kuno dan berbagai material bangunan seperti batu bata, lumpang, struktur bangunan hingga uang kuno.

Pegiat cagar budaya Agus Mulyono mengatakan, keberadaan peninggalan masa lalu tersebut memang kerap ditemukan warga. Mulai di tengah sawah, area pemakaman hingga di area pekarangan rumah warga.

“Akan tetapi banyak yang tidak peduli. Warga yang tidak tahu mengira jika hal itu hanya benda biasa. Padahal itu mungkin saja memiliki nilai sejarah,” katanya, Minggu (26/4).

Hal tersebut membuat dirinya tergerak untuk menjelajahi berbagai wilayah Sidoarjo. Sejak 2010 silam, dirinya bersama beberapa pecinta cagar budaya lainnya bergerak ke sejumlah tempat. Tujuannya tak lain untuk melestarikan peninggalan masa lalu.

Pria yang kerap disapa Mbah Mulo tersebut menjelaskan, peninggalan semacam itu memang banyak ditemukan di Sidoarjo. Hal itu bukan tanpa asalan. Sebab Sidoarjo sejak dahulu dikenal dengan wilayah kerajaan, seperti Jenggolo.

“Memang banyak benda kuno. Misalnya di Desa Wonokalang Wonoayu ada batu lumpang. Ada juga benda yang biasa ada di dapur masyarakat dahulu,” imbuhnya.

Pria yang juga pendiri Museum Kreweng itu berharap, agar penemuan peninggalan masa lalu mendapat perhatian. Pihaknya akan terus bergerak untuk menelusuri jejak peradaban masa lalu di Sidoarjo. “Kalau enggak ada yang peduli maka akan hilang,” jelasnya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/