alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Hafal Alquran Bisa Tembus Kompetensi Global

Untuk bisa menembus kompetensi global dan menjelajah ke berbagai belahan dunia, bisa dimulai dari pendidikan. Kepala MA Darul Fikri (DAFI) Pesantren Alquran Science, Angga Wahyu Wardhana percaya bahwa para santri juga memiliki kesempatan tersebut.

Dalam menerapkan pendidikan di sekolahnya, pihaknya mengemban visi baru. Yakni terwujudnya generasi pemimpin Indonesia yang hafal Alquran, berjiwa nasionalis, dan berkompetensi global.

”Outputnya, para santri yang dititipkan memiliki jiwa kepemimpinan,” katanya.

Untuk mendukung visi tersebut, ada sejumlah program yang disiapkan. Salah satunya adalah global leadership program. Yakni kerja sama dengan universitas luar negeri. Saat ini yang sudah terjalin adalah dengan universitas di Malaysia.

Dia menjelaskan, konsepnya adalah santri mendapat training leadership di luar negeri. Harapannya akan bisa berkembang ke Singapura, Turki, bahkan Kairo.

”Para santri akan mendapatkan perjalanan leadership selama 5 hingga 6 hari,” imbuhnya.

Selain itu, untuk bisa melahirkan pemimpin yang hafal Alquran, pihaknya juga menerapkan kompetensi merdeka belajar. Yakni santri memilih sendiri program hafalannya. Mulai dari 10 juz, 15 juz, hingga 30 juz.

Selain itu, jiwa nasionalis harus dimiliki santri melalui proses kegiatan keseharian. Seperti PHBI, cinta alam, bela negara, partisipatif, dan kepahlawanan.

Santri juga dituntut memiliki jiwa kompetensi global. Prosesnya mereka fokus pada pelajaran esensial berbasis UTBK. Dengan porsi lebih besar agar menjembatani santri memilih universitas favorit.

Angga berharap para santri bisa mengedepankan Alquran. Sebab dengan hafalan Alquran bisa menembus kompetensi global dan menjelajah dunia. (nis/vga)

 

Untuk bisa menembus kompetensi global dan menjelajah ke berbagai belahan dunia, bisa dimulai dari pendidikan. Kepala MA Darul Fikri (DAFI) Pesantren Alquran Science, Angga Wahyu Wardhana percaya bahwa para santri juga memiliki kesempatan tersebut.

Dalam menerapkan pendidikan di sekolahnya, pihaknya mengemban visi baru. Yakni terwujudnya generasi pemimpin Indonesia yang hafal Alquran, berjiwa nasionalis, dan berkompetensi global.

”Outputnya, para santri yang dititipkan memiliki jiwa kepemimpinan,” katanya.

Untuk mendukung visi tersebut, ada sejumlah program yang disiapkan. Salah satunya adalah global leadership program. Yakni kerja sama dengan universitas luar negeri. Saat ini yang sudah terjalin adalah dengan universitas di Malaysia.

Dia menjelaskan, konsepnya adalah santri mendapat training leadership di luar negeri. Harapannya akan bisa berkembang ke Singapura, Turki, bahkan Kairo.

”Para santri akan mendapatkan perjalanan leadership selama 5 hingga 6 hari,” imbuhnya.

Selain itu, untuk bisa melahirkan pemimpin yang hafal Alquran, pihaknya juga menerapkan kompetensi merdeka belajar. Yakni santri memilih sendiri program hafalannya. Mulai dari 10 juz, 15 juz, hingga 30 juz.

Selain itu, jiwa nasionalis harus dimiliki santri melalui proses kegiatan keseharian. Seperti PHBI, cinta alam, bela negara, partisipatif, dan kepahlawanan.

Santri juga dituntut memiliki jiwa kompetensi global. Prosesnya mereka fokus pada pelajaran esensial berbasis UTBK. Dengan porsi lebih besar agar menjembatani santri memilih universitas favorit.

Angga berharap para santri bisa mengedepankan Alquran. Sebab dengan hafalan Alquran bisa menembus kompetensi global dan menjelajah dunia. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/