Nur Hadiniyah, Mahasiswi Asal Sidoarjo yang Aktif di Organisasi dan Komunitas

SIDOARJO - Nur Hadiniyah adalah mahasiswa UIN Surabaya asal Desa Kloposepuluh, Sukodono. Perempuan yang lahir 25 Mei 2004 itu mempunyai semangat yang tinggi untuk terus belajar.
Di usianya yang masih sangat muda, ia aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas. Selain itu, ia juga sedang merintis usaha sembari bekerja sebagai guru.
"Saya suka berbagi ilmu dengan orang lain, karena setetes ilmu yang saya berikan bisa menjadi sebanyak lautan dari orang lainnya, apalagi saya sebagai public speaker, itu benar-benar melatih saya berbicara di depan umum, hingga hari ini saya masih belajar," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Rabu (23/10).
Sejak kecil, Niyah merasa menjadi pribadi yang introvert. Kemudian ia bertransformasi menjadi seorang yang ekstrovert. Saat ini, ia menyebut dirinya sebagai ambivert yang memerlukan wadah untuk mengembangkan potensinya.
Komunikasi yang mudah membawanya menemukan wadah yang tepat. Hingga akhirnya ia bergabung dengan sekitar 12 organisasi. Mulai dari IPPNU, PMII, organisasi mahasiswa intra kampus dan berbagai organisasi lainnya di Kota Delta.
"Dari organisasi tersebut, saya dapat menyalurkan ilmu saya di organisasi, karena sejatinya bukan organisasi yang mengubah kita, tetapi orang-orang di dalamnya yang membawa perubahan," ujarnya.
Sejak 2018, ia belajar memahami audiens sebagai kunci keberhasilan dalam public speaking. Teknik ice breaking menjadi salah satu strateginya untuk mencairkan suasana dan melibatkan audiens dalam setiap presentasi.
Mengontrol diri sendiri adalah tantangan, apalagi mengatur orang lain dalam suasana pembelajaran. Sebagai mahasiswa pendidikan, ia menggunakan pendekatan yang ramah untuk memberi pengalaman positif kepada audiens.
"Jangan terjebak dalam zona nyaman, upgrade value, jangan merasa diri hebat, tetapi rasakan bahwa kalian menciptakan orang lain menjadi hebat, walaupun banyak yang tidak suka, kamu harua tetap menerbangkan sayap dan bersinar," tutupnya. (sai/vga)



