
SIDOARJO - Afriyanti Debora Tambunan adalah perempuan yang tinggal di salah satu perumahan di Bluru Kidul. Lahir pada 24 April 1999, ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.
Latar belakang keturunan Batak mengalir dalam darahnya. Marga yang tercantum pada nama belakangnya, menegaskan jati dirinya sebagai Batak tulen.
Aktivitasnya lebih banyak ia habiskan di Surabaya. Di sana ia menjalani karir sebagai freelance guru piano.
Meski demikian, Afriyanto kuliah di bidang hukum. Bahkan ilmunya tersebut ia tempuh hingga S-2. Kendati demikian, semua itu ia satukan dengan kecintaanya terhadap piano.
Sejak kecil, Afriyanti telah memiliki kedekatan dengan piano. Dari yang awalnya hanya sekadar hobi berkembang menjadi cinta sejati.
"Saya tidak hanya suka bermain piano, tapi sudah benar-benar mencintainya, karena piano memungkinkan saya mengekspresikan diri dan menghilangkan stres," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Rabu (11/9).
Minatnya terhadap piano dimulai sejak kelas 4 SD, ketika orang tuanya mendaftarkannya untuk les keyboard. Dia belajar secara otodidak melalui YouTube dan internet. Kemudian, bakatnya itu ia lanjutkan dengan pelayanan musik di gereja saat SMA.
Afriyanti mendapatkan kesempatan untuk belajar piano klasik dari tahun 2019 hingga 2022. Hal tersebut membantunya dalam membangun kepercayaan diri untuk mengajar.
"Guru musik saya memberikan inspirasi dan dukungan yang saya butuhkan untuk membagikan ilmu dan menjadi pengajar piano," ujarnya.
Sebagai seorang pengajar piano, ia merasa diberkahi. Karena bisa berbagi pengetahuan dan mendapatkan penghasilan dari passion yang sangat dicintainya. (sai/vga)



