Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peduli Siswa ABK Kurang Mampu, Dirikan Sekolah Luar Biasa

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯

Diah Maria Asih.
Diah Maria Asih.
 


Advertisement

SIDOARJO - Berawal dari mimpi mewujudkan sekolah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang kurang mampu, Diah Maria Asih berhasil mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB). Namanya SLB Nabighah, sejak 2008. Malah sekolah tersebut memberikan keringanan dengan membayar semampunya bagi orang tidak mampu.

"Dulu pernah ada yang gratis tidak membayar sepeserpun. Kalau sekarang ada yang bayar 25 ribu per bulan," ungkap Diah.

Menurutnya, pihaknya tak menargetkan biaya untuk orang tua ABK yang tidak mampu.

Advertisement

"Jangan sampai ada anak tidak sekolah karena biaya," imbuhnya.

Berawal dari ia bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya, ia kerap ke Sidoarjo untuk mendatangi anak penyandang autis sebagai responden penelitiannya.

Ternyata, ia melihat banyak anak-anak penyandang autis yang kurang mampu di Sidoarjo dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Rasa kemanusiaannya pun tergugah. Dengan biaya seadanya dan hasil menjual rumah di Surabaya, Diah pun mulai mendirikan sekolah.

Advertisement

"Karena sekolah untuk anak-anak autis kan cukup mahal biayanya, kalau tidak ada orang yang peduli, gimana nasibnya anak-anak. Dari situ saya mendirikan SLB. Awal siswanya hanya anak-anak yang sebagai responden itu saja," katanya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah siswanya kian bertambah dan kini ada 40 siswa yang bersekolah di SLB tersebut. Tentunya, dengan kerja ikhlas, tulus dan dedikasi yang tinggi membuat sekolah itu semakin berkembang dan maju.

"Alhamdulillahnya ada tiga anak yang terapi disini dan berhasil diterima di PTN. Satu di UGM, Yogyakarta jurusan teknik pembangunan dan dua di UB Malang, jurusan pertanian dan psikologi," ucapnya.

Oleh karena itu, ia mempunyai impian untuk mengembangkan gedung sekolah tersebut dengan menyisihkan rezekinya. Supaya dapat menolong lebih banyak anak ABK untuk bersekolah tanpa memikirkan biaya.

"Harapan saya kalau punya rezeki seperti itu. Saya yakin Allah SWT akan memberikan jalan. Supaya anak-anak bisa sekolah, jangan sampai terbelenggu karena orang tua takut biayanya yang mahal," tandasnya. (dik/vga)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Sebulan Beroperasi, Omah Therapi-Ku UPT PPSAB Sidoarjo Layani 51 ABK dan Penerima Manfaat

Sebulan Beroperasi, Omah Therapi-Ku UPT PPSAB Sidoarjo Layani 51 ABK dan Penerima Manfaat

Baru satu bulan sejak resmi dibuka, fasilitas terapi Omah Therapi-Ku milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo itu telah memberikan layanan kepada

Belajar dari Balik Jeruji, 285 Siswa SMP Sidoarjo Kunjungi Lapas Porong

Belajar dari Balik Jeruji, 285 Siswa SMP Sidoarjo Kunjungi Lapas Porong

Sebanyak 285 siswa SMP dari Kecamatan Sedati, Sidoarjo, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya atau Lapas Porong, Selasa (27/10). Kunjungan edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman

Tak Sekadar Tes IQ, Bascamp Juara RSI Siti Hajar Sidoarjo Bantu Pelajar Tentukan Jurusan

Tak Sekadar Tes IQ, Bascamp Juara RSI Siti Hajar Sidoarjo Bantu Pelajar Tentukan Jurusan

Memilih jurusan pendidikan bukan perkara mudah bagi siswa SMA. Selain mempertimbangkan minat, mereka perlu mengenali kemampuan dan potensi diri agar tidak salah menentukan arah pendidikan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer