
SIDOARJO – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, menjadi momen untuk terus menggelorakan semangat mencerdaskan kehidupan anak bangsa di tengah era digital dan perubahan zaman. Di era ini, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.
“Di satu sisi, era ini membuka peluang baru untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa dengan akses informasi yang lebih luas dan beragam metode pembelajaran yang inovatif,” ujar Apt. Andri Priyoherianto, S.Far.,M.Si, CEO Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo.
Namun, di sisi lain, era ini juga menghadirkan tantangan baru, seperti kesenjangan akses teknologi, konten negatif, dan potensi kecanduan gadget. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk terus bergerak mencerdaskan kehidupan anak bangsa di tengah era ini.
Kunci utama untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa di era digital adalah dengan menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berinovasi. Generasi muda harus didorong untuk menjadi pembelajar mandiri yang haus akan pengetahuan dan selalu ingin mencari tahu hal-hal baru.
Mereka juga harus didorong untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran dan pengembangan diri.
“Sekolah dan institusi pendidikan lainnya perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan menerapkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berbasis teknologi,” jelas Andri.
Selain itu, penting untuk membangun fondasi karakter yang kuat pada anak bangsa. Karakter yang kuat akan membantu mereka untuk menghadapi berbagai tantangan dan godaan di era digital, seperti cyberbullying, konten negatif, dan penyalahgunaan teknologi.
“Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, dan toleransi harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak,” imbuh Andri.
Teknologi informasi dan komunikasi adalah alat yang ampuh untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Namun, penting untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
“Anak-anak perlu diajarkan bagaimana menggunakan internet dengan aman dan bertanggung jawab, serta bagaimana menyaring informasi yang benar dan bermanfaat,” tutur Andri.
Orang tua dan pendidik juga perlu berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam penggunaan teknologi.
Mencerdaskan kehidupan anak bangsa di era digital membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan anak.
“Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai dan akses internet yang terjangkau bagi seluruh anak bangsa,” kata Andri.
Sekolah perlu mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Orang tua perlu memberikan pendampingan dan dukungan kepada anak-anak dalam belajar dan menggunakan teknologi.
Dan masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung anak-anak untuk berkembang menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter.
“Semangat untuk terus bergerak mencerdaskan kehidupan anak bangsa di era digital dan perubahan zaman adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak, kita dapat mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Andri. (nis)
