Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi Membangun Keharmonisan di Sidoarjo

A
Penulis: Annisa Firdausi❯

Kepala SMA Al Fattah Sidoarjo, Ridwan Manan.
Kepala SMA Al Fattah Sidoarjo, Ridwan Manan.


SIDOARJO -  Di tengah gempuran budaya global, tradisi halalbihalal tetap menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang tak lekang oleh waktu.


Advertisement

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, momen ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, mencairkan kebekuan, menguatkan persatuan, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMA Al Fattah Sidoarjo Ridwan Manan. "Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tapi juga nilai luhur bangsa yang harus dilestarikan," ujar Ridwan.

Menurutnya, tradisi ini memiliki makna yang mendalam, di mana umat Islam saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja selama Ramadan. Hal ini penting untuk membangun kembali hubungan yang baik dan memperkuat persatuan di antara sesama.

Advertisement

"Tradisi ini juga mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Di tengah keragaman budaya dan agama di Indonesia, Halal Bi Halal menjadi momen untuk memperkuat rasa toleransi dan saling pengertian," tambah Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan mengingatkan agar tradisi Halal Bi Halal ini dijalankan dengan tidak berlebihan yang dapat mengakibatkan melanggar syariat dan norma budaya.

"Intinya, mari kita jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk introspeksi diri, saling memaafkan, dan memperkuat persatuan demi membangun bangsa yang lebih maju dan harmonis," pungkasnya.

Advertisement

Tradisi Halal Bi Halal memang bukan sekadar ritual keagamaan, tapi juga cerminan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti silaturahmi, saling memaafkan, dan toleransi.

Di tengah gempuran modernitas, tradisi ini perlu terus dilestarikan sebagai pengingat jati diri bangsa dan pemersatu masyarakat. (nis/vga) 

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

Dua Putra-Putri Sidoarjo Melaju di Duta Budaya Jatim

Dua Putra-Putri Sidoarjo Melaju di Duta Budaya Jatim

Dua putra-putri Sidoarjo mendapat kesempatan mewakili daerah dalam ajang Narapati Kencana Duta Budaya Jawa Timur 2026. Keduanya adalah Muhammad Rasya Islami Athaillah dan Az-Zahra Andaya Kurnia Putri.

KKN Tematik Literasi ITS Hidupkan Budaya Baca di Desa Kebonagung lewat Sejumlah Program

KKN Tematik Literasi ITS Hidupkan Budaya Baca di Desa Kebonagung lewat Sejumlah Program

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melaksanakan serangkaian program untuk memperkuat budaya literasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo

Pelaku Budaya Diminta Bersatu dalam Satu Wadah, DPRD Siap Fasilitasi dan Dorong Pendanaan

Pelaku Budaya Diminta Bersatu dalam Satu Wadah, DPRD Siap Fasilitasi dan Dorong Pendanaan

Beragam potensi seni, tradisi, situs sejarah, hingga komunitas budaya yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo dinilai perlu disatukan dalam satu wadah resmi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer