alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Seimbangkan Pendidikan Digital dan Religi

Satu hal yang menjadi fokus Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Sidoarjo adalah pendidikan religi. Hal tersebut merupakan yang utama di setiap sekolah.

Ketua PC LP Maarif NU Sidoarjo Misbahudin mengatakan, kegiatan seperti Salat Dhuha di sekolah terus diterapkan. Menurut dia, karakter religi di dalam siswa menjadi nilai plus. Sehingga ketika berada di masyarakat, siswa tetap bisa menerapkan nilai-nilai agama.

Meski begitu, pendidikan Maarif NU juga terbuka terhadap perkembangan zaman. Bahkan ke depannya akan diarahkan menuju pendidikan digital.

”Fokus digitalisasi, secara bertahap akan ada madrasah digital dan madrasah smart,” katanya.

Dalam penerapan pendidikan digitalisasi nantinya semua pihak akan terlibat. Mulai dari guru, siswa, hingga wali siswa. Adanya transparansi terhadap tiga pihak tersebut, wali siswa bisa melihat kegiatan anaknya selama di sekolah.

Menurut dia, keseimbangan di antara pendidikan digitalisasi dan religi perlu dijaga. Sehingga siswa tetap bisa mengikuti perkembangan zaman. Namun tetap memiliki akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran agama. (nis/vga)

 

Satu hal yang menjadi fokus Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Sidoarjo adalah pendidikan religi. Hal tersebut merupakan yang utama di setiap sekolah.

Ketua PC LP Maarif NU Sidoarjo Misbahudin mengatakan, kegiatan seperti Salat Dhuha di sekolah terus diterapkan. Menurut dia, karakter religi di dalam siswa menjadi nilai plus. Sehingga ketika berada di masyarakat, siswa tetap bisa menerapkan nilai-nilai agama.

Meski begitu, pendidikan Maarif NU juga terbuka terhadap perkembangan zaman. Bahkan ke depannya akan diarahkan menuju pendidikan digital.

”Fokus digitalisasi, secara bertahap akan ada madrasah digital dan madrasah smart,” katanya.

Dalam penerapan pendidikan digitalisasi nantinya semua pihak akan terlibat. Mulai dari guru, siswa, hingga wali siswa. Adanya transparansi terhadap tiga pihak tersebut, wali siswa bisa melihat kegiatan anaknya selama di sekolah.

Menurut dia, keseimbangan di antara pendidikan digitalisasi dan religi perlu dijaga. Sehingga siswa tetap bisa mengikuti perkembangan zaman. Namun tetap memiliki akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran agama. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/