alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Lestarikan Seni Karawitan di Sekolah

Karawitan menjadi salah kesenian yang mulai jarang didengar. Namun begitu, seni tradisional Jawa yang mengacu pada permainan musik gamelan tersebut masih banyak diminati di Sidoarjo. Khususnya di beberapa sekolah.

Guru Seni Karawitan SMPN 5 Sidoarjo, Murlan mengatakan, seni karawitan masih terbilang banyak diminati siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena karawitan dijadikan sebagai sebuah mata pelajaran sekolah.

“Jadi kalau digabung dengan mata pelajaran sekolah akhirnya semua siswa juga ikut belajar. Jadi sangat mudah untuk mencari siswa yang minat dengan karawitan,” ujarnya.

Pria 34 tahun tersebut mengaku, tak semua sekolah menjadikan karawitan masuk ke dalam mata pelajaran. Beberapa sekolah menjadikan karawitan sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Minat siswa pada kesenian tersebut cukup banyak dan bisa mencapai 15 siswa dalam satu grup.

Murlan mengatakan, untuk membuat satu kelompok seni karawitan prosesnya cukup mudah. Hanya saja diperlukan guru yang benar-benar memahami kesenian tersebut. Hal itu akan mendorong semangat siswa untuk berkesenian.

“Siswa atau generasi muda akan minat kalau ada guru yang berkompetensi di bidang seni, senang dan aktif dalam memberikan hal yang positif. Sehingga para siswa akan lebih semangat,” ujar pria yang juga mengejar kesenian di beberapa sekolah tersebut.

Meski begitu, perlu dukungan pemerintah daerah agar kesenian seperti karawitan bisa terus eksis dan diminati siswa. Salah satunya dengan memberikan fasilitas seperti alat-alat karawitan. Selain itu, guru kesenian tersebut juga wajib ada untuk memberikan pembinaan.

Murlan menuturkan, jika keduanya tak ada, maka kesenian seperti karawitan tak akan bisa berkembang. Di sisi lain, keberadaan guru seni karawitan di Sidoarjo terbilang masih sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang harus diselesaikan. (far/vga)

Karawitan menjadi salah kesenian yang mulai jarang didengar. Namun begitu, seni tradisional Jawa yang mengacu pada permainan musik gamelan tersebut masih banyak diminati di Sidoarjo. Khususnya di beberapa sekolah.

Guru Seni Karawitan SMPN 5 Sidoarjo, Murlan mengatakan, seni karawitan masih terbilang banyak diminati siswa. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena karawitan dijadikan sebagai sebuah mata pelajaran sekolah.

“Jadi kalau digabung dengan mata pelajaran sekolah akhirnya semua siswa juga ikut belajar. Jadi sangat mudah untuk mencari siswa yang minat dengan karawitan,” ujarnya.

Pria 34 tahun tersebut mengaku, tak semua sekolah menjadikan karawitan masuk ke dalam mata pelajaran. Beberapa sekolah menjadikan karawitan sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Minat siswa pada kesenian tersebut cukup banyak dan bisa mencapai 15 siswa dalam satu grup.

Murlan mengatakan, untuk membuat satu kelompok seni karawitan prosesnya cukup mudah. Hanya saja diperlukan guru yang benar-benar memahami kesenian tersebut. Hal itu akan mendorong semangat siswa untuk berkesenian.

“Siswa atau generasi muda akan minat kalau ada guru yang berkompetensi di bidang seni, senang dan aktif dalam memberikan hal yang positif. Sehingga para siswa akan lebih semangat,” ujar pria yang juga mengejar kesenian di beberapa sekolah tersebut.

Meski begitu, perlu dukungan pemerintah daerah agar kesenian seperti karawitan bisa terus eksis dan diminati siswa. Salah satunya dengan memberikan fasilitas seperti alat-alat karawitan. Selain itu, guru kesenian tersebut juga wajib ada untuk memberikan pembinaan.

Murlan menuturkan, jika keduanya tak ada, maka kesenian seperti karawitan tak akan bisa berkembang. Di sisi lain, keberadaan guru seni karawitan di Sidoarjo terbilang masih sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri yang harus diselesaikan. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/