alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Vokasi di Sidoarjo Kuat, Bisa Menguatkan Ekonomi

Pembelajaran SMK tidak hanya mengenai teori saja. Namun praktik juga berjalan. Bahkan saat ini di Sidoarjo lebih dari 90 persen SMK sudah menerapkan teaching factory. Artinya sudah bekerja sama dengan industri untuk menghasilkan produk.

Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Dr Kisyanto mengatakan, produk yang dihasilkan siswa dipakai oleh pabrik atau industri yang ada di Sidoarjo. Sisanya, yang belum bekerja sama dengan industri dipasarkan sendiri. ”Bisa melalui marketing langsung atau secara online,” katanya.

Menurut dia, pendidikan di tingkat SMK sudah riil. Pembelajaran mengacu pada kebutuhan pasar. Hal ini sesuai dengan program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Untuk menunjang segala kebutuhan tersebut, pemerintah pusat menggelontorkan sejumlah anggaran. ”Yang juga didukung oleh pemerintah provinsi,” imbuhnya.

Bahkan saat ini hubungan SMK dan industri sudah dalam tahap link and super match. Artinya ada timbal balik dari industri. Seperti industri yang memberikan pelatihan kepada guru dan siswa, rekrutmen lulusan, hingga CSR-nya.
Kisyanto menyebutkan, dirinya juga sudah mengusulkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo untuk mendirikan komite vokasi. Tujuannya untuk menguatkan semuanya. Yakni dengan bekerjasama dengan berbagai OPD. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Menurut dia, sesuai slogan Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia, nantinya SMK yang ada di Sidoarjo juga bisa menguatkan ekonomi Kota Delta. (nis/vga)

Pembelajaran SMK tidak hanya mengenai teori saja. Namun praktik juga berjalan. Bahkan saat ini di Sidoarjo lebih dari 90 persen SMK sudah menerapkan teaching factory. Artinya sudah bekerja sama dengan industri untuk menghasilkan produk.

Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Dr Kisyanto mengatakan, produk yang dihasilkan siswa dipakai oleh pabrik atau industri yang ada di Sidoarjo. Sisanya, yang belum bekerja sama dengan industri dipasarkan sendiri. ”Bisa melalui marketing langsung atau secara online,” katanya.

Menurut dia, pendidikan di tingkat SMK sudah riil. Pembelajaran mengacu pada kebutuhan pasar. Hal ini sesuai dengan program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Untuk menunjang segala kebutuhan tersebut, pemerintah pusat menggelontorkan sejumlah anggaran. ”Yang juga didukung oleh pemerintah provinsi,” imbuhnya.

Bahkan saat ini hubungan SMK dan industri sudah dalam tahap link and super match. Artinya ada timbal balik dari industri. Seperti industri yang memberikan pelatihan kepada guru dan siswa, rekrutmen lulusan, hingga CSR-nya.
Kisyanto menyebutkan, dirinya juga sudah mengusulkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo untuk mendirikan komite vokasi. Tujuannya untuk menguatkan semuanya. Yakni dengan bekerjasama dengan berbagai OPD. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Menurut dia, sesuai slogan Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia, nantinya SMK yang ada di Sidoarjo juga bisa menguatkan ekonomi Kota Delta. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/